<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164</id><updated>2012-01-01T22:17:39.327-08:00</updated><title type='text'>Di Balik Layar Cerita</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-5083089419264274250</id><published>2011-04-14T17:02:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T17:06:24.394-07:00</updated><title type='text'>The Pursuit of Happyness</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-W7BtKAup4uA/TaeL30Bc8RI/AAAAAAAABus/DRVItRC84d8/s1600/will_smith_in_the_pursuit_of_happyness_.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-W7BtKAup4uA/TaeL30Bc8RI/AAAAAAAABus/DRVItRC84d8/s400/will_smith_in_the_pursuit_of_happyness_.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5595594853004931346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; "&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Bukan bermaksud sok Inggris, tapi hanya mengutip.  Judul diatas adalah judul sebuah film, yang berulang saya tonton ketika malam sudah mulai dingin, embun mulai jatuh dan jengkerik mulai berdendang.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Sebuah film biasa, tapi dengan cerita luar biasa, karena diilhami kisah nyata seorang Chris Gardner, seorang sales biasa namun berbakat, dengan anak semata wayangnya Christopher yang berjuang berdua : menemukan kebahagiaan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Kisah ini sebenarnya jamak terjadi di lingkungan kita.  Barangkali saya atau anda adalah Chris Gardner.  Seorang salesman miskin, dengan anak semata wayang tak berdosa di dunia kesendirian tanpa dukungan : berjuang mengejar mimpi. &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Maka kembali pada Chris Gardner.  Dia seorang salesman miskin, dengan balita yang belum lagi tahu apa-apa.  Keyakinan pada mimpi besar yang dimiliki, membawa dia berjuang menjual alat yang sia-sia saja dijualnya.  Bisnis kadang kelihatan manis di kulitnya.  Hingga ketidakberdayaan ekonomi membuatnya terbuang dari apartemen-bersama anaknya- terlempar dan terusir dari satu penginapan ke penginapan lain, tertidur di WC stasiun kereta dan mengejar bis kota hanya agar tak ketinggalan antre di rumah singgah.  Christopher-sering tak mengerti dan menangis : mengapa ayahnya mengajaknya hidup susah dan berpindah-pindah.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Tapi, nasib baik hanya berpihak pada yang mau bermimpi besar dan berjuang-mengambil langkah nyata- untuk mengejarnya.  Terinspirasi seorang broker saham bermobil mewah, dia mencoba peruntungannya di sebuah perusahaan sekuritas.  Bekerja tak digaji dan hanya mendapatkan ilmu baru saja.  Dan Tuhan selalu Maha Adil.  Kini Chris Gardner adalah multi miliuner dan filantropis di Amerika sana.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Lalu, mengapa film ini sebegitu mempesona?  apa hebatnya film yang dibuat di Amerika, di negeri yang terkenal dengan pengagungannya pada materi?&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Coba lihat diri kita.  Anak kita menangis ketika kita akan berangkat bekerja, setiap subuh.  Mereka ingin sekedar bercanda dan ngobrol dengan kita, karena semalam -seperti malam-malam yang lain- kita datang saat mereka sudah tidur.  Suami atau istri kita bersedih karena pekerjaan mengharuskan kita pulang terlambat atau tak pulang sama sekali : demi penghasilan yang sama, seperti yang diterima bulan lalu atau bahkan tahun lalu.  Dan kita merasa harus bangga bertepuk dada di depan semua anggota keluarga kita karena penghasilan, yang selalu kurang itu:  bukan karena jumlahnya, tapi bila dibandingkan dengan waktu untuk keluarga yang telah terbuang sia-sia.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Maka lihatlah Chris Gardner.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Dia mengambil sebuah titik mula dari lembah yang paling dalam.  Tanpa bantalan "keamanan finansial" hanya bertopang pada mimpi besar.  Maka apabila itu disebut penderitaan, itulah dasar dari semua derita.  Bayangkan bagaimana dia begitu gigih meyakinkan Christopher -seorang balita yang belum genap bernalar- untuk ikut "melindungi mimpinya".  "Don't ever let  somebody tell you : you can't do something...You got a dream, you gotta protect it.  If you want something, go get it.  Period". &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Maka bandingkan dengan diri kita.  Kita makhluk yang ber-Tuhan.  Mustinya tak cuma bertopang pada mimpi kita berani melakukan "sesuatu yang berbeda".  Mustinya kita juga bertopang pada Tuhan yang Maha Pemurah dan Maha Adil.  Mustinya tak ada lagi kebimbangan, karena keyakinan penuh kita juga akan meyakinkan seluruh anggota keluarga kita.  Sebagaimana Christopher meyakini mimpi ayahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Maka tak ada lagi rasa jenuh atau tersia-sia.  Sehingga belajar dari Chris Gardner : timbang lagi mimpi anda, lakukan sesuatu yang berbeda...pasti hasil yang akan kita capai juga berbeda.  Ingin memiliki gaji lebih besar, carilah karir di tempat yang bisa memberikan gaji lebih baik (artinya bekerja dengan sedikit waktu, dengan gaji yang lebih banyak); atau ingin memiliki bisnis sendiri?  Mulailah jangan banyak berfikir, mempertimbangkan dan menunda.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Timbanglah banyak waktu untuk keluarga, karena kesanalah kita akan pulang.  Uang bukan segala-gala.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Tuhan selalu bersama kita.  Setidaknya itu yang diajarkan Chris Gardner pada kita. Semoga menginspirasi.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;-------------------&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Untuk istri dan anak-anakku&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Bogor, 11 April 2011&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-5083089419264274250?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/5083089419264274250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=5083089419264274250&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5083089419264274250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5083089419264274250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2011/04/pursuit-of-happyness.html' title='The Pursuit of Happyness'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-W7BtKAup4uA/TaeL30Bc8RI/AAAAAAAABus/DRVItRC84d8/s72-c/will_smith_in_the_pursuit_of_happyness_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-5311527652550254946</id><published>2010-12-21T05:58:00.000-08:00</published><updated>2010-12-21T06:00:22.967-08:00</updated><title type='text'>Jalan Bogor-Ragunan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TRCy5LbNIAI/AAAAAAAABqs/eUPhdWnJm9U/s1600/a%2Bmy%2Blady%2Bbikers.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TRCy5LbNIAI/AAAAAAAABqs/eUPhdWnJm9U/s400/a%2Bmy%2Blady%2Bbikers.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553135035937005570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(Terilhami dari Jalan Bogor-Jasinga : Kumpulan Sajak Sepatu Tua, Rendra)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anakku, hari ini kalian telah belajar banyak wacana&lt;br /&gt;Perjalanan dengan tujuan adalah sebuah keindahan&lt;br /&gt;karena tujuan membuat kita mudah memilih jalan&lt;br /&gt;maka, tentukan tujuan hidupmu agar kalian mudah memilih jalan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anakku, dari jalan antara Bogor sampai Ragunan&lt;br /&gt;Kalian juga belajar bahwa keyakinan kuat akan menghapus ketakutan&lt;br /&gt;bayang-bayang sering lebih seram dari kenyataan&lt;br /&gt;maka, buatlah sebuah keyakinan bila sudah memilih jalan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anakku, di atas sadel motor hitam bapakmu&lt;br /&gt;Kalian mencerna bahwa hidup bukan untuk terlalu banyak bicara&lt;br /&gt;atau terlalu banyak mendengar tapi tak berbuat apa-apa&lt;br /&gt;maka, lakukanlah apa yang telah kau yakini dan rancang jalannya : jangan menunda&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdebatlah dengan orang pintar, sehingga engkau jadi pintar&lt;br /&gt;Bergaulah dengan orang kuat, maka engkau akan jadi kuat&lt;br /&gt;Bertemulah dengan banyak juara, kelak engkaupun akan jadi juara&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jarak kota kita hingga Ragunan&lt;br /&gt;barangkali tak sampai satu persen panjang hidup kita&lt;br /&gt;tapi semoga pelajaran penting hari ini&lt;br /&gt;di antara macet pasar Pondok Labu dan nikmat rehat siang di masjid pinggir jalan&lt;br /&gt;menjadi pelajaran yang sempurna, bahwa hidup harusnya tak cuma mengalir saja&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentukan tujuanmu, dan aku -bapakmu- akan membantu menyempurnakannya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;----------------------------------------------&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk Alifa dan Diva,&lt;br /&gt;Dari Perjalanan Bogor - Ragunan hari ini (201210)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-5311527652550254946?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/5311527652550254946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=5311527652550254946&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5311527652550254946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5311527652550254946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/12/jalan-bogor-ragunan.html' title='Jalan Bogor-Ragunan'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TRCy5LbNIAI/AAAAAAAABqs/eUPhdWnJm9U/s72-c/a%2Bmy%2Blady%2Bbikers.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-8897163556701358502</id><published>2010-12-20T04:16:00.000-08:00</published><updated>2010-12-20T04:32:31.693-08:00</updated><title type='text'>Seorang tukang soto dengan istri dan anaknya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TQ9MEhoUOmI/AAAAAAAABqk/uCStuz0ZCOA/s1600/tukang%2Bsoto.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 286px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TQ9MEhoUOmI/AAAAAAAABqk/uCStuz0ZCOA/s400/tukang%2Bsoto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5552740506201766498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi, matahari belum terik sinarnya&lt;br /&gt;di pinggir jalan yang berdebu&lt;br /&gt;dengan truk tanah ramai melintas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kecil itu nampak belum punya dosa&lt;br /&gt;rona mukanya bercahaya, dibalut selendang kumal ibunya&lt;br /&gt;ayahnya tukang soto sederhana&lt;br /&gt;di sebuah pojok dekat bintaro sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini terasa indah buat mereka&lt;br /&gt;bapak anak dengan gerobak sotonya&lt;br /&gt;mengangsurkan selembar limaribu perak&lt;br /&gt;untuk menyicil hutang pada petugas bank pasar&lt;br /&gt;dengan senyum kemenangan&lt;br /&gt;Nak, hari ini bapakmu berhasil menaklukan dunia !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kecut malu dihadapan mereka&lt;br /&gt;betapa tak bersyukurnya aku yang masih menyimpan selembar limapuluh ribu&lt;br /&gt;dalam lindungan terpal lusuh yang menaungi gerobak soto reyot&lt;br /&gt;di depan pom bensin yang berdebu&lt;br /&gt;mereka bersendagurau dan tertawa&lt;br /&gt;bapak dan anak dengan gerobak sotonya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil bagus dengan ac yang dingin&lt;br /&gt;pekerjaan hebat dengan jabatan tinggi&lt;br /&gt;tak bisa menciptakan tawa seperti mereka&lt;br /&gt;senda gurau lepas karena telah menaklukan dunia&lt;br /&gt;dengan lembar-lembar seribu dan recehan sekedarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka inilah dunia&lt;br /&gt;bila uang yang kau kejar, maka kau hanya mendapat uangnya&lt;br /&gt;tak ada canda ceria dengan anak yang rona mukanya bercahaya&lt;br /&gt;dengan baju kumal yang entah berepa hari tak ketemu gantinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tak demikian bila bahagia yang kau kejar&lt;br /&gt;tukang soto dengan gerobak sederhana itu buktinya&lt;br /&gt;mustinya aku bisa banyak belajar dari dirinya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-8897163556701358502?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/8897163556701358502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=8897163556701358502&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/8897163556701358502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/8897163556701358502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/12/seorang-tukang-soto-dengan-istri-dan.html' title='Seorang tukang soto dengan istri dan anaknya'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TQ9MEhoUOmI/AAAAAAAABqk/uCStuz0ZCOA/s72-c/tukang%2Bsoto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-7472200299537420813</id><published>2010-12-07T16:19:00.000-08:00</published><updated>2010-12-20T03:53:36.811-08:00</updated><title type='text'>Soliloqui untuk Alifa dan Diva</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TP7QIzZyscI/AAAAAAAABms/snEluj5Rp6U/s1600/kecil.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 265px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TP7QIzZyscI/AAAAAAAABms/snEluj5Rp6U/s400/kecil.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548100640622948802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Nak, hari ini aku minta maaf&lt;br /&gt;hanya bisa mengajakmu sarapan pagi&lt;br /&gt;di kedai bubur pinggir kali&lt;br /&gt;yang pembeli lain makan sambil mengangkat kaki ke atas kursi&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nak, perjalanan hari ini penuh angin&lt;br /&gt;dan tentu debu yang berterbangan kesana kemari&lt;br /&gt;motor bapakmu ini jadi saksi&lt;br /&gt;betapa besar keinginanku membuatmu tersenyum sesekali&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak ada baju bagus dan sepatu mahal buatmu hari ini, Nak&lt;br /&gt;hanya deretan buku-buku petualangan di atas rak&lt;br /&gt;dan centang perenang ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;yang barangkali bisa jadi bekalmu&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nak, tak ada emas rajabrana di lemari&lt;br /&gt;atau parfum wangi di atas meja&lt;br /&gt;hanya ini yang bapakmu punya&lt;br /&gt;mimpi besar dan setinggi luar angkasa&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nak, bapakmu tak punya mimpi tersembunyi&lt;br /&gt;mimpi bapakmu buat kamu : anak-anakku&lt;br /&gt;bahwa suatu saat mimpi besar itu bisa membawa kalian&lt;br /&gt;menjelalah dunia, menaklukan alam dan mencatatnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;----------------------------------------------------------------------------&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bogor, 6 Desember 2010&lt;br /&gt;Antara Katulampa-Ciawi bersama Divaprillia&lt;br /&gt;Untuk mereka : Alifa dan Diva&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-7472200299537420813?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/7472200299537420813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=7472200299537420813&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/7472200299537420813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/7472200299537420813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/12/soliloqui-untuk-alifa-dan-diva.html' title='Soliloqui untuk Alifa dan Diva'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TP7QIzZyscI/AAAAAAAABms/snEluj5Rp6U/s72-c/kecil.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-6032295061145678729</id><published>2010-11-03T07:21:00.000-07:00</published><updated>2010-11-03T07:55:16.914-07:00</updated><title type='text'>Soliloqui dari Bogor yang makin tua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TNF3sCbD3aI/AAAAAAAABgg/MQ3uBh0Ft18/s1600/kota+bogor.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 332px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TNF3sCbD3aI/AAAAAAAABgg/MQ3uBh0Ft18/s400/kota+bogor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535337015463370146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah malam ketika bulan masih muda&lt;br /&gt;Jalan Pajajaran sudah sunyi&lt;br /&gt;angin enggan berdesis-desis menyanyi&lt;br /&gt;para waria sibuk memoles dan mematut diri&lt;br /&gt;dalam balutan pakaian seksi&lt;br /&gt;mereka mulai beraksi, dan malam makin tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan gedung paska sarjana gelap tanpa cahaya&lt;br /&gt;terkantuk dalam kotak, satpam yang berjaga&lt;br /&gt;barangkali dia bermimpi tertawa bahagia tidur dalam dekapan istri dan anaknya&lt;br /&gt;pepohonan tua di takol juga sudah kehilangan bayangannya&lt;br /&gt;kalah wibawa dan takluk pada gedung megah gemerlap di sebelahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dua puluh tahun lalu&lt;br /&gt;kami, para mahasiswa miskin, menghabiskan waktu di sana&lt;br /&gt;berpura-pura belajar, agar lupa rasa lapar yang mendera&lt;br /&gt;dalam hijau rumput di lapangan depan ruang kimia&lt;br /&gt;kami berdiskusi dan berdebat seolah akan menguasai dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah malam air sungai ciliwung berwarna coklat tua&lt;br /&gt;alirannya yang membelah jalan riau dan kebun raya saat hujan tiba&lt;br /&gt;mengingatkan banyaknya kemarahan yang sia-sia&lt;br /&gt;kemarahan karena dan kebingungan dan kesulitan yang mendera&lt;br /&gt;padahal kata Rumi : sabarlah, karena sabar adalah kunci kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salutku pada tukang bubur kacang di ujung gang Babakan&lt;br /&gt;tidak mau menitipkan mimpinya pada siapa-siapa&lt;br /&gt;dalam malam yang penuh kantuk,&lt;br /&gt;dia setia menunggu jerangan air dan adonan ketan hitam&lt;br /&gt;seperti perjalanan rumit merajut cita-cita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-6032295061145678729?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/6032295061145678729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=6032295061145678729&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/6032295061145678729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/6032295061145678729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/11/soliloqui-dari-bogor-yang-makin-tua.html' title='Soliloqui dari Bogor yang makin tua'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TNF3sCbD3aI/AAAAAAAABgg/MQ3uBh0Ft18/s72-c/kota+bogor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-5980143533886286713</id><published>2010-10-21T03:08:00.000-07:00</published><updated>2010-10-21T03:11:04.780-07:00</updated><title type='text'>Kang Entang, Pelantun Nasyid yang Tuna Netra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TMARrNxyC2I/AAAAAAAABbc/8j6Nc-9bf-A/s1600/tuna_netra.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TMARrNxyC2I/AAAAAAAABbc/8j6Nc-9bf-A/s400/tuna_netra.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530439776541477730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini kali kedua saya melihatnya berdiri dengan "pede" di depan jamaah  pengajian minggu di Andalusia Islamic Centre-Sentul City.  Bukan untuk  khotbah atau berceramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bukan tokoh dalam fiksi atau rekayasa, dia ada di dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawakannya kurus bersahaja, kulit agak gelap menyembunyikan segala  kemungkinan bahwa dia berasal dari ibukota Priangan yang dingin.   Dituntun seorang jamaah, dia menuju ke depan mimbar untuk melantunkan  nasyid-nasyid yang menyejukkan hati.  Senyumnya ditebar ke kanan dan ke  kiri, dengan penuh percaya diri : karena dia tak melihat puluhan mata  yang menatapnya.  Ya, dia - kang Entang, namanya - adalah seorang tuna  netra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira tadinya dia tuna netra yang biasa-biasa saja, tapi saat Ustadz  Syafii Antonio mengenalkannya pada kami semua, barulah saya ternganga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Entang, dengan sedikit bercanda berkata, bahwa kebutaan adalah  kelebihannya dibanding orang kebanyakan umumnya.  Bayangkan, katanya,  saat listrik sedang padam; maka orang lain akan tergagap sibuk mencari  lampu untuk meneranginya saat membaca.  Tapi tidak bagi kang Entang,  lampu mati atau menyala, sama saja gelapnya : jadi dia tak perlu  tergagap mencari penerangan seperti lilin atau sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan "kelebihannya" kang Entang bisa menyelesaikan menghafal Al Quran  dan terus mengaji.  Quran yang dibacanya pun cukup istimewa, karena  berhuruf Braille.  Jangan bayangkan Quran ini sebagaimana Quran yang  umum kita lihat dan kita baca,  Quran berhuruf braille jauh lebih mahal  karena lebih tebal, serta berat dan tak mudah dibacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Kang Entang menghafal isi Quran cukup sederhana, karena tonjolan  titik-titik dalam huruf braille punya masa kedaluarsa, makin sering  di-"jamah" maka makin menipis tonjolannya : maka agar dia tak  sering-sering meraba Quran-nya, dia memilih menghapalnya.  Dan dengan  hapalnya dia, maka Qurannya bisa dipakai tunanetra lain yang lebih  membutuhkan.  Sebuah pemikiran yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berhenti sampai di sana.  Kang Entang menghimpun teman-teman yang  senasib dengannya, membentuk sebuah Yayasan.  Yayasan ini bergerak di  berbagai lini, dan salah satu lini unggulannya adalah : memproduksi  rekaman Nasyid yang dinyanyikan kang Entang beserta beberapa rekannya.&lt;br /&gt;Niatnya sungguh mulia, bersama teman-teman se Yayasannya : dia  menjalankan syiar, berkarya dan membeli Al Quran braille (yang mahal  sekali haragnya) untuk didistribusikan pada tunanetra lain yang  membutuhkan ; di berbagai belahan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Entang baru beberapa hari pulang dari Mekkah menunaikan ibadah  umrah.  Bukan kemenangan besar melihat Baitullah yang telah  dimenangkannya, tapi kemenangan besar membawa serta ibunya ke Mekkah,  mengunjungi semua lokasi penting dan bersejarah serta kemenangannya  "memegang Kabah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir cerita, Kang Entang berkata (dan ini sangat menusuk saya) :  Bahwa jangan jadikan "kekurangan" penghalang pencapaian mimpi kita,  jadikan sahabat dan "alat kemenangan kita".  Jangan jadikan dia sumber  keluh kesah yang makin menjatuhkan kita dari lembah keterpurukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, belajar dari kang Entang, buat anda yang sedang dirundung banyak  hutang, karir yang macet atau usaha yang sedang dalam kondisi kesulitan :  jadikan momentum ini untuk "alat ungkit" menuju kemenangan; barangkali  selama ini kita "kurang beguna" bagi orang-orang di sekeliling kita.   Raih mimpi besar kita, dengan menjadikan "lingkaran besar" orang-orang  bahagia di sekeliling kita.  Tuhan tahu kapan saatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, di dinihari yang dingin berangin ini, sambil mengingat kang Entang, selamat menjadi orang yang berguna.  Bismilah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-5980143533886286713?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/5980143533886286713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=5980143533886286713&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5980143533886286713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5980143533886286713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/10/kang-entang-pelantun-nasyid-yang-tuna.html' title='Kang Entang, Pelantun Nasyid yang Tuna Netra'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TMARrNxyC2I/AAAAAAAABbc/8j6Nc-9bf-A/s72-c/tuna_netra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-4796867989807124042</id><published>2010-10-21T03:01:00.000-07:00</published><updated>2010-10-21T03:05:45.811-07:00</updated><title type='text'>Namanya Bob si Penemu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TMAQYWZaXZI/AAAAAAAABbU/CyKebkTB87U/s1600/Robert+Kearns.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 294px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TMAQYWZaXZI/AAAAAAAABbU/CyKebkTB87U/s400/Robert+Kearns.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530438352926039442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya, namanya Robert Kearns, di lingkungannya dia biasa dipanggil Bob.   Kisahnya diangkat dari dunia nyata, dalam sebuah kolom di NEW YORKER,  ditulis oleh John Seabrook. Tahun 2008 di angkat ke Layar Lebar -dengan  titel yang sama dengan judul artikel itu : Flash of Genius - disutradai  oleh Marc Abraham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu kejadian pada tahun 1953, Bob yang ahli fisika dan  elektronika, hampir saja buta karena tutup sampanye yang dibukanya  melompat dan hampir mengenai mata kanannya.  Dan Bob bersyukur, Tuhan  menciptakan "mekanisme" mata : bisa berkedip.  Hingga suatu ketika,  ketika dia berkendara dengan Ford Galaxy-nya saat hujan turun ringan,  dia berfikir : alangkah enaknya bila wiper (karet pengahpus kaca) bisa  berkedip sesuai keinginan kita (intermitent), seperti kedip mata kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah semua kisah berawal.  Dengan kepandaiannya, diciptakanlah  sebuah sirkuit yang memungkinkan wiper bisa berkedip secara intermitent,  tidak konstan seperti umumnya wiper pada jaman itu.  Dibantu rekannya,  Gil Previck-pemilik Previck Motor Industries, dipatenkannya penemuan itu  : dan ditawarkannya ke mogul otomotif pada jaman itu : FORD Motor Co.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ford, lewat eksekutifnya, Macklyn Tyler menyetujui kerjasama tawaran  itu, meminta Bob mengirim sampel dan perkiraan biaya dan harga.  Setelah  berjabat tangan, lalu tak ada kabar hingga  tiga bulan kemudian, saat  Bob secara tak sengaja menemukan bahwa penemuannya dipasang dan  dijadikan nilai jual untuk Ford Mustang yang baru dirilis saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob berang dan meradang.  Ford ingkar janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kisah penemu dan dibohongi industri bukan kisah sekali ini saja.   Bob belajar dan mencerna.  Dia tetap meradang, dan setelah sekian lama  perjuangan : pengacara yang ditunjukknya bernegosiasi, memberikan kabar  Ford menawarkan "damai" dengan membayar 250ribu US Dollar, tapi tak mau  meminta maaf atau mengakui bahwa "intermittent wiper" adalah penemuan  Bob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob makin meradang, dan pengacaranya patah arang : hingga mengundurkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun, setelah sempat berobat ke sebuah Rumah Sakit Jiwa di  Maryland,menggantungkan hidup dari Jaminan Sosial Negara, berada dalam  cibiran banyak orang, ditinggalkan istri yang selalu mendampingi : Bob  tetap berjuang.  "Ini bukan sekedar masalah uang", demikian katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga bertahun-tahun tanpa kepastian, Bob tetap berjuang melanjutkan  persoalan ini ke Pengadilan.  Pihak Ford, dalam proses di luar  pengadilan, menawarkan hingga 30 juta US Dollar : asal Bob mau tutup  mulut dan tak melanjutkan kasusnya.  Tapi, Bob, yang didukung  anak-anaknya tetap maju, dan tak mau menerima tawaran itu.  Ini bukan  masalah uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah perjuangan yang panjang dan menyakitkan, Bob yang tak  didampingi pengacara, melawan raksasa otomotif FORD dengan segala  kekuatannya : Bob memenangkannya.  FORD harus membayar 10 juta dollar,  dan belakangan Chrysler Motor Co juga membayar 18,7 juta dollar : atas  pemakaian paten milik Bob secara illegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob memenangkan peperangan dengan idealisme dan konsistensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkacalah dari Bob.  Berapa gelintir dari kita yang hidup dipenuhi  dengan idealisme dan konsistensi ?  Iming-iming uang dan jabatan  seringkali jadi peluntur utama.  Perjuangan kita tak pernah  sungguh-sungguh akan bermakna kemenangannya karena tak ada idealisme dan  konsistensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari kita pergi bekerja hanya karena kita takut pada aturan  kantor, atau bahkan takut pada bos yang sering duduk di seberang meja  kita.  Kita takut ketika diancam tak naik jabatan, tak naik gaji atau  dikeluarkan.  Kita hanya jadi "kerbau penurut" yang bergerak ke kiri  atau ke kanan karena atasan kita yang menyuruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lupa, bahwa Tuhan mendukung idealisme dan konsistensi kita.  Bob sudah jadi contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, mulai hari ini : temukan lagi idealisme dan konsistensi kita.   Percayalah bahwa rejeki tak datang secara cuma-cuma, atau datang karena  perintah bos kita.  Rejeki datang karena kita sendiri yang  memperjuangkannya.  Hidup ini bukan sekedar uang -mengutip kata Bob- dan  saya percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga anda juga percaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-4796867989807124042?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/4796867989807124042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=4796867989807124042&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/4796867989807124042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/4796867989807124042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/10/namanya-bob-si-penemu.html' title='Namanya Bob si Penemu'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TMAQYWZaXZI/AAAAAAAABbU/CyKebkTB87U/s72-c/Robert+Kearns.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-9125120080489622246</id><published>2010-10-21T02:56:00.000-07:00</published><updated>2010-10-21T03:26:48.123-07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Teman saya, Rudi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TMAPJOIASdI/AAAAAAAABbM/BoW_AajrJRY/s1600/ManFixingTie.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 269px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TMAPJOIASdI/AAAAAAAABbM/BoW_AajrJRY/s400/ManFixingTie.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530436993495878098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Profilnya cukup kondang sekitar lima tahun lalu.  Majalah atau  suratkabar mana yang tidak memuat sosok gagahnya, dengan jas dan dasi,  menerima berbagai penghargaan atas prestasi yang cukup moncer dalam  bidang pemasaran.  Lima belas tahun dia berkarir di perusahaan hebat  itu, dan kirinya melesat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja, sahabat saya ini, namanya Rudi.  Kemarin sore sosoknya  kelihatan jauh berbeda dengan penampilannya di media beberapa tahun  silam.  Kurus, dengan muka tirus pucat pasi : menghapus semua kesan  sukses yang melekat di parasnya.   Dia terbaring sakit.  Kata sang  istri, Rudi menderita sering sakit setelah berbagai usaha yang  dijalaninya gagal, dan membawa ke  jurang kebangkrutan.  Dalam sakitnya,  Rudi masih sering bangga dengan prestasi masa lalunya, dan itu yang  memperparah keaadannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi adalah sosok berprestasi di perusahaannya, dulu.  Beberapa  peluncuran produk baru yang ditanganinya hampir selalu sukses.  Dia  organisatoris yang baik, jangkauan "kuasanya" adalah memanajemeni hampir  25 orang anak buah yang sudah terkenal handal.  Kombinasi yang pas :  bos yang hebat, anak buah yang handal dan perusahaan (dengan merek  produk) yang kondang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat itu tiba.  Perusahaan tempatnya bekerja diakuisisi oleh  sebuah mogul bisnis mancanegara.  Rudi, tak seiring dengan bos barunya,  dan memutuskan mengambil program pensiun dini : dengan penuh keyakinan  akan keberhasilan, berbekal reputasinya di masa silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup yang baru sudah dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun lima tahun terakhir, dengan uang pensiun dini yang  didapatnya, dijalaninya beberapa usaha.  Joint dengan teman-teman atau  bekerja sendiri.  Dari distributor produk perusahaannya dulu yang  kemudian hancur lebur, hingga -saat jatuh sudah sampai dasar- Rudi  berkeliling berjualan sepatu di event-event musiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaris, tak ada lagi bekas kepiawaiannya yang dulu banyak diganjar penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi, jatuh dalam jurang kekecewaan yang dalam.  Jangankan mantan  atasan, tak seorangpun mantan anak buah yang dulu disebut handal :  datang menengok dan memberinya semangat.  Hanya istrinya yang setia  menemani dan terus memompanya dengan semangat.  Rudi jatuh dalam  penyesalan, bahwa apa yang telah diputuskannya salah besar.  Dia merasa  telah kehilangan kuasa, teman dan dukungan merek terkenal (yang dulu  didapatnya dari perusahaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatinya kini dengan badan kurus, mka tirus dan pucat : saya sangat iba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkan kita tarik  sebuah pelajaran dari Rudi, yang manager penjualan  hebat dari sebuat perusahaan terkenal itu.  Dulu, semua meng-elukannya,  bos, anak buah, teman dan relasi.  Dulu semua memuji dan menghargai;  tapi kini dia terseok di pojok yang sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering dalam kehidupan, kita terlena akan sebuah "penghargaan semu".   Cobalah berkaca, jabatan kita di kantor membuat atasan kita memuji dan  anak buah kita menghargai.  Semua klien menerima kita dengan besar hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apakah sikap itu ditunjukkan pada kita : sebagai diri kita  sendiri? .  Prestasi kita sebenarnya adalah prestasi dari perusahaan  atau produk yang kita tangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dibelenggu oleh prestasi masa lalu, dan celakanya. banyak dari kita  hanya bangga saja dengan masa lalu, tanpa tahu masa depan akan seperti  apa.  Sehingga banyak kesempatan besar di depan mata, dibiarkan lewat  begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia nyata, banyak penghargaan semu menjebak kita.  Rudi buktinya.   Kehandalannya "tidak berbunyi" ketika dia berada di luar sana.  Dan  cobalah kita ber-introspeksi, berapa banyak sahabat dan teman, yang kita  ciptakan bukan dari kaitan pekerjaan kita di kantor.  Berapa besar  peran kita di dunia nyata, karena "diri kita sendiri", tanpa embel-embel  jabatan, kehebatan anak buah, ketenaran perusahaan atau kekondangan  merek produk yang kita pasarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan hidup tersulit adalah menjadi diri sendiri, dan keluar dari  banyak "bayang-bayang" masa lalu. Sebelum semua terlambat -seperti Rudi-  adalah baik memulai keluar dari berbagai "bayang-banyak" itu sedari  dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasarkan keahlian atau produk anda sendiri dari kini, InsyaAllah,  peluang anda sukses akan lebih cepat ketimbang menunda nanti-nanti.   karena pada dasarnya kita hidup di masa kini untuk masa depan nanti.   Selamat menjadi diri anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menginspirasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-9125120080489622246?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/9125120080489622246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=9125120080489622246&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/9125120080489622246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/9125120080489622246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/10/profilnya-cukup-kondang-sekitar-lima.html' title='Belajar dari Teman saya, Rudi'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TMAPJOIASdI/AAAAAAAABbM/BoW_AajrJRY/s72-c/ManFixingTie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-8880317755903450902</id><published>2010-10-21T02:41:00.000-07:00</published><updated>2010-10-21T02:45:37.538-07:00</updated><title type='text'>Dia bukan Dom Cobb si Pencuri Mimpi...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TMALVqhkOLI/AAAAAAAABbE/g3hhMEgMmo4/s1600/dom+cobb.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 184px; height: 273px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TMALVqhkOLI/AAAAAAAABbE/g3hhMEgMmo4/s400/dom+cobb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530432809231202482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(ditulis sebagai salut untuk sahabatku : Handry Satriago)&lt;br /&gt;Mengingat  dia, saya teringat pemikiran "perlawanannya pada kemapanan"  yang  dikutip oleh Takashi Shiraisi dalam bukunya "Age of Motion"-puluhan   dekade silam. Dia seperti seorang Tjipto Mangunkusumo, tapi dia bukan   keturunan Jawa.&lt;br /&gt;Tampil berkursi roda, dengan rambut gondrong kriwil  dan jins sobek  adalah sebuah "pembangkangan" bagi tradisi "tampilan  anak kuliahan" di  kampus kami dulu. Nama Handry Satriago, lebih senang  dipanggil Agogo.&lt;br /&gt;Jumat lalu, dengan suaranya yang khas: berat,  lantang dan jernih, dia  memukau kami -undangan yang hadir dalam  pengukuhan gelar Doktor  Stratejik Manajemen di FEUI- sekali lagi,  dengan cara berfikirnya yang  selalu berbeda dengan kebanyakan dari kami  teman sebayanya.&lt;br /&gt;Mengingatnya dulu, adalah mengingat masa-masa  badung dan perlawanan dari  rumah kontrakannya di -kami menyebutnya -  "kamp H-14". Masa-masa menulis  poster dan pamflet, mengagumi puisi  Rendra dan berteriak mengimbangi  "jeritan" Billy Joel dari tapedeck  Sony-nya.&lt;br /&gt;Dia adalah sutradara operet di malam kesenian angkatan  kami, dengan  gayanya yang terinspirasi Nobertus "Nano" Riantiarno. Dia  akhirnya  menjadi simbol gerakan "berbeda adalah hal yang biasa". Dia,  yang  akhirnya botak karena serangkaian proses kemoterapi, menjadi ikon  di  angkatan kami.&lt;br /&gt;Dan hidup selalu berpihak pada orang yang punya  mimpi besar. Ditulis di  pengantar Disertasi doktoralnya "  ...limitations can happen anywhere in  the journey of life, but dream  has to be pursued to make it come true".  Prestasinya sudah melampaui  kami yang dulu ikut menggendong-nya dari  lantai dasar, menaiki tangga,  ke laboratorium Gamtek di Lantai 4 kampus  Fateta. Pencapaian mimpinya  sudah jauh melampaui kami yang dulu, masih  sama-sama miskin, ikut  "urunan" beli soto kuning berkuah melimpah  sedikit daging di depan  "kamp H-14". Karena memang sejak mula, mimpinya  sudah jauh lebih tinggi  dari kami, para mahasiswa lurus dan biasa saja :  yang diajaknya  menjadi "pembangkang dari pemikiran yang biasa saja".  Bahkan dalam  tingkatan karier, "perlawanannya pada kemapanan berfikir  biasa-biasa"  membawanya pada level yang sangat tinggi : Presiden of GE  Indonesia;  pimpinan tertinggi di Indonesia sebuah perusahaan kelas wahid  dunia.&lt;br /&gt;Maka, barangkali Jumat 23 Juli 2010 kemarin menjadi sejarah besar bagi   kami teman-temannya. Sudah banyak diantara angkatan kami yang menjadi   doktor atau sejenisnya, tapi Agogo sudah membuktikan bahwa mimpi yang   besar sudah mengalahkan segala rintangan : dan itu menjadikannya sebuah   sejarah besar.&lt;br /&gt;Maka mengutip kata-kata Dom Cobb (Leonardo Di  Caprio) dalam film  INCEPTION (2010) :" If you think that you can't get  what you want in  your reality life so just dreams about it, keep  dreaming, until you wake  up and you feel happy about it. So, just build  your dreams like horizon...."&lt;br /&gt;Bro Handry Agogo: saya kira anda  bukan Dom Cobb, tapi itulah kata-katamu  dulu. Saya harus berterima  kasih pada Tuhan mempertemukan kita dalam  sebuah "persimpangan jalan",  di tengah banyak "persimpangan jalan" lain  yang mempertemukan saya  dengan orang-orang dengan banyak kelebihan tapi  hanya bisa mengeluh  berkepanjangan.&lt;br /&gt;Jangan bosan menjadi inspirasi buat kami yang penuh kelebihan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-8880317755903450902?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/8880317755903450902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=8880317755903450902&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/8880317755903450902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/8880317755903450902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/10/dia-bukan-dom-cobb-si-pencuri-mimpi.html' title='Dia bukan Dom Cobb si Pencuri Mimpi...'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/TMALVqhkOLI/AAAAAAAABbE/g3hhMEgMmo4/s72-c/dom+cobb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-7422394212173721822</id><published>2010-04-03T17:03:00.001-07:00</published><updated>2010-04-03T17:04:45.391-07:00</updated><title type='text'>Doa Untuk Sebuah Perjalanan (1995)</title><content type='html'>Gerbang pintu rumah kost-mu senantiasa ramah menyambutku&lt;br /&gt;dentang belnya yang bergema&lt;br /&gt;kibar tirainya putih-putih seperti tak bosannya&lt;br /&gt;dimainkan oleh angin yang denganku sama nakalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi persinggahan lagi bagiku&lt;br /&gt;selain bangku hitam berbunga yang semakin tipis busanya&lt;br /&gt;dengan meja kecil yang berkaca&lt;br /&gt;vas bunganya dulu ada, sekarang entah dimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa lagi lagi yang sempat kuingat&lt;br /&gt;dering telpon di atas meja sana&lt;br /&gt;suara televisi di bawah ruang tamu kita&lt;br /&gt;dan kamar depan kursi kita (yang engkau tahu milik siapa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ocha, selamat pagi..selamat pagi kataku&lt;br /&gt;Hari cerah bukan?&lt;br /&gt;Angin bertiup lembut membelai wajah dan bagian atas rambutmu&lt;br /&gt;seperti waktu itu, saat kita pertama kita ketemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalanan yang becek dulu, sekarang tak ada bedanya&lt;br /&gt;deretan ruang telepon, bank dan warung-warungnya&lt;br /&gt;semakin menjauhkan aku dari kenyataan&lt;br /&gt;bahwa beberapa tahun lalu aku pernah hidup di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kebaikan para jurumasak dengan batagor dan soto babatnya&lt;br /&gt;kutemukan arti hidup dan cinta&lt;br /&gt;kutemukan wanita yang memberikan kasihnya&lt;br /&gt;kutemukan orang-orang dengan perhatiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah aku sudah cukup berdoa&lt;br /&gt;supaya mereka mendapat balasan dari-Nya&lt;br /&gt;supaya mereka dapat vmenjadi lebih baik hidupnya&lt;br /&gt;atau agar kami, engkau dan aku, dapat melanggengkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah sebenarnya aku hitung dalam silang gemintang&lt;br /&gt;daunan hijau ditingkah riak air danau di perpustakaan&lt;br /&gt;warna pucat lantai di depan laboratorium kita&lt;br /&gt;serta rasa es kelapa yang dijajakan di kantin sapta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak.&lt;br /&gt;Aku hanya menghitung dosen yang pernah mengajarku&lt;br /&gt;aku hanya mengingat dimana praktek lapangku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam deru seru anak-anak mekanisasi&lt;br /&gt;dalam buai bentakan kakak kelas kami&lt;br /&gt;sebenarnya, waktu itu, tak jelas apa yang kami cari&lt;br /&gt;adalah ilmu pengetahuan, atau pelajaran menanti rejeki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja pengap di jalan Bara&lt;br /&gt;aroma mie ayam bercampur debu galian&lt;br /&gt;yang dirangsang laju angkot yang berseliweran&lt;br /&gt;dan adik-adik kelas kami yang sibuk memfotokopi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit yang cuma sepotong menemani,&lt;br /&gt;bersama sekerat biskuit dan komputer sewaan&lt;br /&gt;untuk sebuah karya yang bernama skripsi&lt;br /&gt;demi sebuah sebutan yang bernama gelar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kejauhan orangtua-orang tua kami tersenyum&lt;br /&gt;di sini kami anak-anaknya tertawa-tawa&lt;br /&gt;sambil mengolah data&lt;br /&gt;menjadi tumpukan kerja, yang kami harap nanti berguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deret tonggak berlampu natrium&lt;br /&gt;kawat-kawat terentang&lt;br /&gt;menghubungkan suara-suara kita&lt;br /&gt;serta zat asam yang kemudian berubah menjadi zat asam arang&lt;br /&gt;kapankah, engkau Darmaga, bisa menjadi saksi-saksi cinta kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ocha, Kini setelah nyaris setengah windu perjalananmu&lt;br /&gt;segala tentang cinta, harapan dan cita-cita&lt;br /&gt;semoga menjadi realita&lt;br /&gt;seperti kibaran tirai, pintu dan kursi yang stia menemani kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahun-tahun berbadai&lt;br /&gt;meneteskan aneka tawa dan duka&lt;br /&gt;suatu saat akan kita torehkan&lt;br /&gt;pesan-pesan alfabetis nama anak-anak kita&lt;br /&gt;pada gelombang yang menyisir pantai&lt;br /&gt;pada langit, angin, sawah dan kota&lt;br /&gt;dengan kerja berat, dengan hati yang kuat&lt;br /&gt;Selamat pagi dunia&lt;br /&gt;Selamat malamku,&lt;br /&gt;Selamatkan siangku,&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------&lt;br /&gt;Ditulis sepanjang perjalanan saat perjuangan mengawali masa depan: di Ponytail, di kamp perjuangan MEGATIN dan di Sindangbarang Loji. Darmaga-Bogor, 7 April 1995 (Kami tak pernah tahu, bahwa 3 tahun-lebih 3 hari dari dituliskannya puisi ini : kami menikah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-7422394212173721822?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/7422394212173721822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=7422394212173721822&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/7422394212173721822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/7422394212173721822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/04/doa-untuk-sebuah-perjalanan-1995.html' title='Doa Untuk Sebuah Perjalanan (1995)'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-5923594354312946720</id><published>2010-02-13T06:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T06:20:38.016-08:00</updated><title type='text'>Pak ASEP : Di Kedai Kopi Tubruk , dekat stasiun kereta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S3a1K6G_-zI/AAAAAAAABEs/M0BKFgmSXsQ/s1600-h/kedaikopi1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S3a1K6G_-zI/AAAAAAAABEs/M0BKFgmSXsQ/s320/kedaikopi1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437732799098387250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya belum pernah ketemu dengan dia sebelumnya.  Biasanya, setiap kali  saya nongkrong menunggu kereta di stasiun Dukuh Atas (sekarang namanya  stasiun Sudirman), hanya istri dan Hendra –anak laki-lakinya- yang setia  menjerang air dan menyeduh kopi tubruk pesanan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kerut-merut kulit di wajahnya, saya taksir usianya tak kurang  hampir sepuluh windu panjangnya.  Saat itulah dia mulai panjang  bercerita-seolah kami berteman lama- bahwa dia – pak Asep yang renta ini  – sudah tiga dasawarsa mencoba menaklukan ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kecil, dilaluinya di lereng sebuah gunung di Tasikmalaya, perlu  waktu 3 jam untuk turun ke pasar Singaparna.  Dua kali seminggu, lepas  pukul dua malam, dia berjalan kaki bersama ayah tercinta menuju pasar  untuk berbelanja.  Dikisahkannya, sepanjang jalan ayahnya banyak  bercerita, berdialog dan menembang beberapa lagu sunda untuk mengisi  suasana.  Banyak kisah diceritakan, disela peluh yang membasah karena  perjalanan yang panjang ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu-katanya-jaman hidup dengan damainya.  Setiap maghrib surau  penuh dengan manusia, sholat berjamaah, lalu mengaji bersama.  Tak tua,  tak muda.  Jaman itu, tak ada yang punya mobil atau kereta.  Harta  paling mewah hanya sapi atau kerbau kandang, dan deretan sawah di  ujung-ujung desa.&lt;br /&gt;Panen hanya dua kali dalam setahun; dan setiap kali panen ada cukup  simpanan beras untuk panen berikutnya.  Tak perlu pupuk, tak perlu  pestisida.  Orang-orang sehat mencapai umur tertuanya, hingga ada yang  berumur seratus tahun, katanya.  Anak-anak berangkat pagi ke sekolah  dengan riang, bertelanjang kaki melewati ratusan petak sawah gembira.   Hidup tak ada yang menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini jaman sudah berubah.  Dengan keringat yang diperas, panen padi  setahun bisa tiga kali.  Tapi heran, tak cukup beras untuk disimpan  hingga menjelang panen berikutnya.  Pupuk, pestisida makin mahal, dan  kebutuhannya melonjak luar biasa.  Mengadu nasib di ibukota, tak lagi  jauh beda.  Dulu, dua dasawarsa lalu, bekerja satu hari bisa untuk makan  tiga hari.  Tapi kini kebalikannya, memeras peluh tiga hari, hanya  cukup untuk hidup satu hari saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung, orang sudah bermobil dan bersepeda yang ada motornya.  Rumah  sudah bertembok, tak ada lagi atap rumbia.  Tapi, maghrib surau dan  masjid sepi, karena anak-anak sedang “sibuk mengaji” di depan tivi,  menatapi film dan sinetron masa kini.&lt;br /&gt;Anak-anak cepat tumbuh dewasa, tapi orang dewasa lebih cepat mati.  Tak  ada lagi, kakek atau nenek yang berusia hingga satu abad.   Di ruangan  tengah rumah bertembok tak ada lagi gurau, canda dan interaksi sanak  sebagaimana dulu.  Semua orang pergi ke kota, sibuk bekerja.  Untunglah  masih ada hari Lebaran.&lt;br /&gt;Tekanan jaman, membuat desa pak Asep –katakan begitu namanya- juga  dilanda penyakit kota bernama stress dan depresi.  Anak-anak kehilangan  hormat pada orangtua, anak-anak tertekan oleh lingkungannya.  Kabar  miris –kisah pak Asep selanjutnya – seorang anak mati bunuh diri karena  takut tak lulus ujian negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dari bawah kolong jembatan dekat stasiun Dukuh Atas ini pak Asep  –sebut saja begitu namanya – ingin kembali bernostalgia.  Memiliki  pemimpin yang peduli pada rakyatnya, pemimpin yang bisa menurunkan harga  minyak dan beras untuknya, pemimpin yang tak hanya baik saat kampanye  dan menjelang pemilu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan di dalam kereta ber-AC setelah berpisah dengan pak Asep  yang renta, berfikirlah saya yang masih beruntung bisa membeli mie  instan buat anak-anak saya, membelikan seragam sekolah dan mainan untuk  mereka.  Hidup buat pak Asep, dan Pak Asep-Pak Asep lainnya memang sulit  kita duga kedalamnya.  Kita Cuma bisa bersyukur sambil menduga-duga. (Ditulis di Bogor, 29 April 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-5923594354312946720?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/5923594354312946720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=5923594354312946720&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5923594354312946720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5923594354312946720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/02/pak-asep-di-kedai-kopi-tubruk-dekat.html' title='Pak ASEP : Di Kedai Kopi Tubruk , dekat stasiun kereta'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S3a1K6G_-zI/AAAAAAAABEs/M0BKFgmSXsQ/s72-c/kedaikopi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-5664939943867671527</id><published>2010-02-12T05:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T05:56:44.374-08:00</updated><title type='text'>Puisi di Malam yang Tua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S3Vc6dFKuyI/AAAAAAAABEk/uvLhmEuue5o/s1600-h/TamanKencana.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 256px; height: 192px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S3Vc6dFKuyI/AAAAAAAABEk/uvLhmEuue5o/s400/TamanKencana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437354284428213026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari pelataran taman kencana, yang dulu banyak bancinya&lt;br /&gt;Di temaram jalan raya pajajaran yang sudah sesak dengan toko sedemikian  rupa&lt;br /&gt;Dalam pojok warung jambu, dengan gadis-gadis kecil menunggu pelanggan&lt;br /&gt;Sudah kita lewati bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memerdekakan diri dari pelajaran kimia fisika&lt;br /&gt;Melewati mata ujian biokimia dan sebagainya&lt;br /&gt;Mengetahui dunia dari perpustakaan yang suram kehabisan koleksinya&lt;br /&gt;Telah kita lalui bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dunia nyata, inilah dunia para pejuang sesungguhnya&lt;br /&gt;melewatkan umur dengan mengejar kereta&lt;br /&gt;menghabiskan waktu di belakang layar komputer yang berpendar&lt;br /&gt;Sudah ada di belakang kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dalam seisik angin di teras belakang rumah kita&lt;br /&gt;bersama derik jengkerik dan bunyi katak menjelang hujan&lt;br /&gt;di malam yang makin tua&lt;br /&gt;Kita tak akan tahu, seperti apa nanti hidup kita&lt;br /&gt;Karena kita cuma bisa berusaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cimahpar-Bogor, 060210...tepat 00.30&lt;br /&gt;Untuk orang-orang tercinta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-5664939943867671527?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/5664939943867671527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=5664939943867671527&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5664939943867671527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5664939943867671527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/02/dari-pelataran-taman-kencana-yang-dulu.html' title='Puisi di Malam yang Tua'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S3Vc6dFKuyI/AAAAAAAABEk/uvLhmEuue5o/s72-c/TamanKencana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-9177573458153836218</id><published>2010-02-12T05:44:00.001-08:00</published><updated>2010-02-12T05:56:08.831-08:00</updated><title type='text'>Dia Bernama Barbara Padilla</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S3VbacZXvxI/AAAAAAAABEc/7p6viyF38BY/s1600-h/barbara-padilla-americas-got-talent.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 384px; height: 288px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S3VbacZXvxI/AAAAAAAABEc/7p6viyF38BY/s400/barbara-padilla-americas-got-talent.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437352634977074962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat penampilannya tadi malam di Indosiar.  Siaran entah kapan,  ajang penyisihan America's Got Talent.  Saat itu dia belum menjadi  siapa-siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Barbara Padilla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilannya biasa, siapa yang mengira -belakangan- suaranya sopran-nya  bakalan mengguncang dunia.  Dia hanya ibu rumah tangga biasa, bahkan  dalam caption perkenanlan dengan para dewan juri : hanya disebut seorang  ibu rumah tangga yang bekerja di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, begitu musik dialunkan, suaranya sungguh luar biasa : kelas  soprano kelas dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontan, begitu selesai penampilannya : seluruh penonton, bahkan dewan  juri memberikan "standing ovation" buat dia.  Barbara Padilla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya ibu rumah tangga biasa.  Dua mujizat yang baru saja  diterimanya, tampil di ajang penyisihan dan lolos ke Las Vegas...serta  baru saja sembuh dari penyakit kankernya.  Dia lahir 1973 di Guadalajara  Mexico.  Bertahun menderita semacam kanker darah bernama Hodgkin's  Lymphoma.  Menjalani serangkaian terapi radiasi dan kemoterapi,  membuatnya menerima vonis akan kehilangan pita suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia tidak menyerah, ditemani mimpi-mimpi besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu ketika, saat dia berobat ke Houston dia mengikuti sebuah  audisi di Moore's School of Music di Houston University , dia mendapat  berkah : beasiwa penuh hingga tercapainya Gelar Master-nya.  Itu semua  saat dia berjuang melawan kanker yang dideritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan suami dan putri empat tahunnya, sungguh menguatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barbara Padilla telah memenagkan mimpinya, lagu milik Giacomo Puccini  berjudul O Mio Babbino Caro" membawanya memenangkan mimpinya melaju ke  Vegas, dan belakangan ikut mengantarkannya menjadi runner up kompetisi  ini tahun 2009, setelah kalah suara dari Kevin Skinner, pelantun lagu  country dari Kentucky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal paling mengisnpirasi dari Barbara Padilla, adalah jawaban atas  pertanyaan Sharon Ousborne, sang Dewan Juri saat ditanyakan bagaimana  perasaannya setelah performanya diberi apresiasi luar biasa oleh para  penonton di sana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya mengatakan,"Luar Biasa, saya hanya punya HARAPAN, dan HARAPAN  itu yang menguatkan saya untuk terus bergerak dengan segala hambatan dan  kendala saya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barbara Padilla, dengan suara sopran nya, terus mengejar harapannya  mengalahkan segala rasa sakit dengan kekuatan mimpinya dan berharap bisa  menjadi inspirasi bagi orang yang nanti akan mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan mimpi dan harapan telah mengalahkan segala kendala.  Satu lagi  bukti nyata.  Semoga menginspirasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-9177573458153836218?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/9177573458153836218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=9177573458153836218&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/9177573458153836218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/9177573458153836218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/02/saya-melihat-penampilannya-tadi-malam.html' title='Dia Bernama Barbara Padilla'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S3VbacZXvxI/AAAAAAAABEc/7p6viyF38BY/s72-c/barbara-padilla-americas-got-talent.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-659940932895106289</id><published>2010-01-28T19:29:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T19:33:31.874-08:00</updated><title type='text'>Kali ini, cerita tentang Tukang Tahu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S2JW_khdLPI/AAAAAAAABDU/FxYPMWGYkVU/s1600-h/focus1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 282px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S2JW_khdLPI/AAAAAAAABDU/FxYPMWGYkVU/s400/focus1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431999750697987314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namanya Tohir, asli Cirebon. Lajang tidak lulus SMP, usianya -menurut pengakuannya- belum genap 25 tahun. Sudah 10 tahun merantau, dengan segala macam pekerjaan telah digelutinya. Kini, sudah hampir genap tiga tahun ditekuni profesi terakhirnya sebagai Tukang Tahu : menjual segala macam tahu berkeliling dengan motor Supra Fit-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia muncul tiap pagi di depan rumah saya, pagi ini dia nongol ketika saya sedang mencuci mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan percaya diri, pagi tadi, dia menggoda setiap pembantu rumah tangga yang lewat di depan rumah saya. Lalu dia riang bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi tukang tahu selama 3 tahun terakhir adalah ladang rejeki yang baik baginya. Kehidupan sebagai kuli angkut di Pasar Induk, tukang bangunan hingga pedagang kakli lima -yang sempat berkali digaruk Tramtib- sudah dilewatinya. Tohir, ingin berumahtangga. Saya kira itu jawaban kenapa dengan pede dia menggoda setiap pembantu rumah tangga yang lewat depan rumah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada nada keraguan ketika dia bercerita soal rencana-rancananya. Hasil berdagang sudah berujud motor sebentar lagi lunas cicilannya, bisa ikut "urunan" batu bata untuk membangun rumah orang tuanya nun di Cirebon sana, sepetak sawah yang tak terlalu luas (katanya) dan dia ingin segera berumahtangga. Tidak ada keraguan soal akan bagaimana nanti kelangsungan usahanya, sebagai tukang tahu keliling, dengan omzet paling besar 400 ribu sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tohir hanya yakin semua bisa dilaluinya. Perjalanan panjang 10 tahun di perantauan, dari ujung kehidupan paling busuk sudah membentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Tohir: jaman dulu saya sudah pernah tidur beralas koran, beratap langit. Bekerja sebagai kuli angkut dengan bayaran 40 ribu SEHARI. Bergaul dengan segala strata paling busuk di tataran kehidupan manusia. Jadi -lanjut Tohir lagi- buat saya tak ada lagi ketakutan untuk menghadapi kondisi paling buruk dalam hidup. Dasar kehidupan yang buruk telah dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dengan motor yang sudah dimilikinya, dagangan tahu yang menyumbang keuntungan ke pundinya ditambah KEYAKINAN bahwa esok pasti lebih baik : Tohir menjalani hidup dan menghadapi masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita belum pernah seburuk Tohir. Barangkali dasar terburuk kehidupan kita barulah terlilit hutang, naik turun angkot untuk mengejar gaji yang" kecil" atau masih tinggal di rumah kontrakan yang sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lihatlah Tohir, hidupnya FOKUS. Fokus mengejar masa depan - yang menurut keyakinannya - pasti lebih baik, walau hanya sebagai tukang tahu. Maka, saya kira, fokus pada keyakinan adalah kuncinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus bahwa hutang yang melilit akan selesai (dengan terus mengais segala peluang dan sumber nafkah yang halal), fokus pada keyakinan nasib anak-anak kita lebih baik di masa nanti (dengan menyekolahkannya di sekolah terbaik) : Insya Allah akan tercapai. Tentu, karena kita beragama, kekuatan doa juga ikut menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, belajar dari Tohir Tukang Tahu yang sedang pede dan genit menggoda para pembantu rumah tangga di depan rumah saya : FOKUS dan terus "BER-AKSI" lah; karena masa-masa terburuk sudah hampir kita lalui, masa depan yang gilang gemilang sedang menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Tohir -seorang Tukang Tahu Keliling - saja bisa, apalagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menginspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basri Adhi&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bazz-misterblek.blogspot.com/" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;&lt;span&gt;http://bazz-misterblek.blo&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;gspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lafuneste-stroy.blogspot.com/" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;&lt;span&gt;http://lafuneste-stroy.blo&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;gspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-659940932895106289?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/659940932895106289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=659940932895106289&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/659940932895106289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/659940932895106289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/01/kali-ini-cerita-tentang-tukang-tahu.html' title='Kali ini, cerita tentang Tukang Tahu'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S2JW_khdLPI/AAAAAAAABDU/FxYPMWGYkVU/s72-c/focus1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-26829276116854489</id><published>2010-01-21T07:04:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T07:08:27.339-08:00</updated><title type='text'>Empat tahun lalu, tepat empat tahun lalu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S1ht3ZNVIbI/AAAAAAAABDM/UXGK9DnsuTE/s1600-h/honda+civic.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 187px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S1ht3ZNVIbI/AAAAAAAABDM/UXGK9DnsuTE/s400/honda+civic.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429210149222162866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun lalu, tepat empat tahun lalu. Di depan rumah, terparkir Honda all new civic tahun terkini, warna silver, transmisi otomatis, BBM-nya harus Pertamax. Di STNK tertera pemiliknya adalah perusahaan tempat saya bekerja. Mobil itu biasa nongkrong di depan rumah, paling cepat lepas pukul sebelas malam hingga paling lambat pukul enam tiap paginya. Kadang dalam sebulan, mobil itu ada di Jalur Jakarta - Solo sampai Surabaya selama seminggu lamanya. Tak peduli hujan panas cuacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mobil yang kilap itu, duduk saya kadang ditemani teman saya Firman dan Turino (kini mereka bekerja di Koran Jakarta). Dulu kami sering bergumam, kapan kita bisa hidup merdeka, menikmati hasil karya kita sendiri sambil mengantar anak-anak ke sekolah. Di dalam mobil yang kilap itu, kami berkejaran dengan target...target...dan target yang tak henti naik, bahkan sebelum kami sempat mencapai target sebelumnya. Tapi, tetap saja dengan AC-nya yang berhembus dingin, aroma kulit joknya yang khas dan wangi; sungguh melenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga, suatu titik, saya dipertemukan dengan seorang pengusaha nekad, pemilik waralaba burger kelas pinggir jalan. Entah kenapa, saya yang sarjana universitas hebat di negeri ini, yang menjadi General Manajer di sebuah perusahaan media paling unggul : bisa terpikat. Seorang sarjana berjualan burger...kelas pinggir jalan. Saya ingat, modalnya hanya 3 juta saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi barangkali itulah hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kecil sudah diayunkan. Burger kelas pinggir jalan, sudah berkembang, karena yang saya pikirkan hanya maju dan berjuang. Peni (kawan saya yang kini bekerja di TVOne), masih ingat, bagaimana tertatih-tatihnya konter yang engkau titipkan pada saya untuk dikelola. Kini konter itu sudah tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga hari itu tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kuasa membendung politik kantor yang busuk, dan dorongan untuk merdeka : maka Honda all new civic yang berwarna silver mengkilap, yang BBM-nya harus Pertamax saya kembalikan kepada yang punya. Beserta gaji delapan digit dan segala fasilitas gemerlapnya. Menuju sebuah masa depan -yang sebagian teman bilang akan gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi - barangkali- itulah hidup.  Mengutip kata Rendra : sekali dalam hidup, manusia harus menentukan sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lagi mobil yang mengkilap, tidak ada lagi jabatan yang hebat. Setiap pagi, adalah hari mengantar daging dan roti, ditemani si biru Smash "Davidson" (...ah, dia hingga kini masih ada). Hujan dan panas. menghitung omzet receh demi receh, tertatih menggaji karyawan di tiap ujung bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, hari ini, di teras belakang rumah baru kami, dalam teritik bunyi air hujan ditemani secangkir MISTERBLEK Ginger yang baunya menggoda hati, semua itu terasa indah. Bukan lagi cuma sekedar materi; tapi kabar bahagia dan distributor dan mitra yang kini bisa membuka usaha sendiri, menghidupi karyawannya dan meng-anak pinak-kan bisnisnya. Apalagi yang lebih manis dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih pada kawan, sabahat...distributor dan mitra. Ini adalah pengalaman hidup yang luar biasa. Yang dimulai empat tahun lalu, tepat empat tahun lalu. Kalau saya bisa, apalagi anda -- yang tentu jauh lebih hebat dari saya -- pasti bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat nasihat mas Jainal (yang saat ini bekerja di Majalah Trust) : Gusti Allah tidak tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses Luar biasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-26829276116854489?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/26829276116854489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=26829276116854489&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/26829276116854489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/26829276116854489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/01/empat-tahun-lalu-tepat-empat-tahun-lalu.html' title='Empat tahun lalu, tepat empat tahun lalu'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S1ht3ZNVIbI/AAAAAAAABDM/UXGK9DnsuTE/s72-c/honda+civic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-3800077258478910691</id><published>2010-01-21T07:01:00.001-08:00</published><updated>2010-01-21T07:03:20.131-08:00</updated><title type='text'>Semoga Besok bukan Senin yang Biasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S1hspGzWsaI/AAAAAAAABDE/YS2oDP-OiDQ/s1600-h/Monday.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 389px; height: 313px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S1hspGzWsaI/AAAAAAAABDE/YS2oDP-OiDQ/s400/Monday.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429208804251578786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya tulis notes ini pada hari minggu, ketika senja sudah mulai lelah : lengkap dengan bau embun yang sudah mulai jatuh membasahi tanaman alang-alang di teras belakang rumah, sudut favorit penuh inspirasi di rumah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok hari Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghujung tahun 2004, menjelang kedatangan 2005, saya mendapat tawaran dari seorang kenalan-yang sekaligus mantan atasan- untuk turut membangun sebuah koran baru. Di belakang koran ini adalah salah sebuah grup besar penentu kiri kanan bisnis negeri ini. Saya bersedia, karena saya tertantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederet angka diajukan sebagai kompensasi, dan saya menerima. Toh, tak ada lagi selain menerima deretan angka itu, karena tantangannya merangsang segenap syaaf neuron saya : bayangkan, membangun sebuah koran baru -milik perusahaan besar- dari nol. Hingga semua pekerjaan tiba, tak henti bagai air bah, lengkap beserta target-targetnya. Tak terlintas keinginan mendapatkan fasilitas lain, misal seperti mobil dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga masuklah para pejuang palsu pemburu gaji besar belaka. Belum bekerja, sudah banyak yang diminta. Berkah buat saya, yang tak tadinya tak mendapat mobil; karena sang pejuang palsu mendapatkan fasilitas itu, maka aya ikut kecipratan enaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi politik kantor tetap politik kantor. Para pejuang palsu berjaya. Belakangan saya dengar gaji mereka jauh lebih besar dari apa yang saya terima. Demikian juga para pejuang palsu pada generasi yang selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, belakangan : pak Mario Teguh -- sore tadi -- mengisnpirasi saya. Apa yang saya telah capai hari ini sungguh hal yang luar biasa. Pada malam yang lelah ini, saya berandai-andai : bila saja dulu saya bertahan dalam jeratan politik kantor yang penuh kosnpirasi, maka apa yang saya terima barangkali hanya sebatas gaji sebagai mahlkuk kerdil yang tak punya keberanian apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, selain rasa syukur yang terucap tiap bagi-saat bangun pagi bersama hari yang segar- juga sirnanya segala penyesalan akan pahitnya masa itu. Tak cuma materi yang membuat kami bisa makan nasi tiap hari, tapi keputusan besar pada waktu itu membawa saya bertemu banyak teman-teman yang luar biasa : yang bahkan mereka belum pernah saya kenal sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, bila besok Senin anda ingin menjadi Senin yang tidak biasa; maka lakukan hal yang berbeda. Hal yang berbeda akan membawa hasil yang berbeda. Saya yakin, "gaji" anda semua -teman-teman saya yang luar biasa -- pasti lebih dari sekedar 4 - 5 juta yang akan habis pada saat bulan masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan hal berbeda, lakukan langkah kecil untuk sebuah lompatan besar. Anda yang kini dibayar karena menawarkan sesuatu pada klien anda, maka besok senin kerjakan itu dua kali lebih banyak dari biasanya. Anda yang digaji tetap sebagi pegawai, kerjakan hal berbeda selepas anda kerja, bahkan hanya dengan hal sepele seperti berjualan pulsa misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang bukan segalanya : tapi seperti kata pak Mario Teguh : kebahagiaan akan tiba setelah kesejahteraan. Kesejahteraan akan menghampiri, bila kita punya cukup uang untuk menutupi semua kebutuhan dan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, supaya tak berpanjang kata-karena hari makin lelah dan larut, ayo..kita songsong Senin besok, bukan seperti Senin yang biasa. Kita lakukan banyak hal berbeda, bertemu dengan orang-orang baru yang berbeda. Untuk mendapatkan hasil-hasil baru yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Gusti Allah menyertai langkah kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-3800077258478910691?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/3800077258478910691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=3800077258478910691&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/3800077258478910691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/3800077258478910691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/01/semoga-besok-bukan-senin-yang-biasa.html' title='Semoga Besok bukan Senin yang Biasa'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S1hspGzWsaI/AAAAAAAABDE/YS2oDP-OiDQ/s72-c/Monday.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-5997027067665976223</id><published>2010-01-21T06:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T06:59:55.271-08:00</updated><title type='text'>Bukan cuma materi ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S1hr1xDLk2I/AAAAAAAABC8/laEX-ZL0N4M/s1600-h/money.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S1hr1xDLk2I/AAAAAAAABC8/laEX-ZL0N4M/s400/money.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429207922239050594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi ingin berbagi. Beberapa hari lalu saya berkesempatan melakukan wawnacara untuk salah satu calon sopir untuk kantor kami. Sebut saja namanya pak Kukuh. Beliau datang wawancara atas rekomendasi seorang teman saya, yang iba melihat kondisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari wawancara dia terungkap, bahwa kondisi finansialnya sedang dalam kondisi kronis, sangat kronis malah. Semua asset yang beliau miliki sudah tergadai, dalam arti harfiah, untuk melanjutkan hidup. Tidak ada aktivitas produktif yang dia lakukan selain hanya bekerja serabutan kiri kanan. Potret ironi dibanding hotel prodeo bintang lima yang sedang ramai dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah wawancara, saya melihat ada "persoalan mendesak" yang harus diselesaikan beliau, dan saya bisa bantu dengan memberikan sebuah pekerjaan yang saat ini sedang diperebutkan paling tidak oleh 8 pelamar lainnya. Tim kami langsung menerangkan standar gaji yang ada(gaji pokok, uang harian, insentif dalam kota dan insentif luar kota : yang ini juga berlaku untuk 6 karyawan kami di kantor pusat), beliau menyatakan bersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tunggu punya tunggu,  pada saatnya dia sudah seharusnya sudah masuk bekerja, dia tak menampakkan diri.  Tak ada kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bertelelponlah saya dengan teman yang merekomendasikan beliau. Usut punya usut, pak Kukuh memutuskan tak mau mengambil pekerjaan ini, karena dalam "perhitungannya" gaji yang akan dia akan terima tidak akan cukup memenuhi "kebutuhannya", bahkan jauh sebelum dia memulai bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, kita memakai logika dan perhitungan manusia dalam menghitung rejeki yang diberikan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berhubungan bisnis dengan mitra, banyak dari kita yang langsung memtuskan TIDAK ketika kita hitung bisnisnya hanya memberikan keuntungan kecil (bahkan, sebenarnya tidak rugi : hanya keuntungannya kecil). Kita sering menolak dan melewatkan peluang, hanya karena dalam perhitungan kita -sebagai manusia- bisnis itu menyumbangkan "recehan" dalam pundi materi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak pelajaran yang diberikan oleh "guru-guru" saya yang telah malang melintang di bisnisnya, mereka memiliki prinsip yang agak berbeda. Bisnis bukan semata materi. Tapi Bisnis juga ada seni, seni bersilaturahmi, seni berhitung dan seni berserah diri. Kata mereka, jangan menolah sebuah peluang sekecil apapun -asal sudah pasti tidak merugikan- karena peluang tetap saja peluang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bisnisnya kecil, baiklah kiranya kita banyak berdoa, agar mitra bisnis kita diberikan kesehatan, agar bisa membesarkan bisnisnya dan kita ikut kecipratan efeknya. Disini logika dan matematika manusia tidak laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus pak Kukuh, dengan segala hormat, beliau telah kehilangan salah satu peluang rejekinya : karena berprasangka dengan logika manusia. Dan menurut para guru saya, berbaik sangkalah, bersilaturahmilah, peliharalah hubungan baik dan berdoalah. Tentu dengan usaha dan ikhtiar semaksimal mungkin yang kita bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, di dunia kita hidup juga cuma sementara; ada "profit" dari bermuamalah di dunia, tapi yang paling penting kan "pahala" yang kita tak bisa tebak besarnya di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Bismillah : action !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-5997027067665976223?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/5997027067665976223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=5997027067665976223&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5997027067665976223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5997027067665976223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/01/bukan-cuma-materi.html' title='Bukan cuma materi ...'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S1hr1xDLk2I/AAAAAAAABC8/laEX-ZL0N4M/s72-c/money.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-2937177311755180152</id><published>2010-01-18T16:44:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T16:47:35.295-08:00</updated><title type='text'>Belajar dari David Silver di San Quentin State Prison</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S1UBETIFtbI/AAAAAAAABCs/8DXu-psP1-c/s1600-h/san+quentin+california.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 260px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S1UBETIFtbI/AAAAAAAABCs/8DXu-psP1-c/s400/san+quentin+california.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428246099230307762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namanya David Silver. Dia bukan kyai atau sejenisnya. David, adalah penjahat paling top diantara penghuni barak ber-keamanan maksimum di San Quentin State Prison, sebuah penjara paling tua dan terkenal "angker" di Amerika sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini saya dapat dari reportase khusus Louis Theroux dari BBC knowledge yang ditayangkan di saluran TV berbayar dalam kamar saya tadi baru saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Silver -tak tanggung-tanggung- menjalani masa hukuman 11 kali seumur hidup (atau setara 500 tahun), artinya tak ada kans untuknya bisa bebas. Reputasinya luar biasa : merampok dan membunuh korbannya dengan kekejian di luar batas akal normal manusia, membuatnya sangat disegani di kalangan narapidana geng negro maupun geng kulit putih di sana. Dalam tayangan itu bercerita, bahkan ketika makan siangpun si David mendapat perlakuan sangat istimewa : barangkali-dalam bayangan saya - seperti Dr Hannibal Lecter dalam Trilogy-nya Thomas Harris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, BBC mengungkapkan sisi manusia David, yang membuat kita harus banyak merenung dan belajar darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Davis sadar akan reputasinya. Dia adalah sosok paling disegani di seantero penjara San Quentin. Orang lain di sana bahkan akan langsung mengkerut nyalinya cukup dengan mendengarkan namanya. Namun, ironi bagi David.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata, tak akan mengambil kesempatan keluar dari penjara (bilapun bisa) : hidup normal sebagai manusia bebas di dunia segar dan nyata. Kegamangan besar David juga melanda melanda sebagian besar narapidana di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ketika dia bebas, berada di dunia luas sana : David bukan siapa-siapa. Di penjara bolehlah dia menjadi "tokoh" yang hebat luar biasa, namun tetap saja di dunia nyata di luar penjara orang tidak akan peduli akan eksistensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka David Silver mengajari kita untuk melihat ke dalam diri kita sendiri. Di lingkungan kita, barangkali, kita adalah bos besar dengan kuasa luar biasa. Seorang pimpinan dengan wewenang luas dan kekuatan besar mengendalikan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sebenarnya siapa kita di luar lingkungan kita? Adakah kita menjadi seseorang (yang memberi manfaat) atau bukan siapa-siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap kesempatan saya berusaha mengingatkan diri sendiri juga para mitra serta distributor-distributor saya. Ambil kesempatan untuk berada di luar di lingkungan kita sekarang. Lewati batas tembok yang menghalang, bertemu dengan orang-orang yang belum pernah kita kenal sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulislah pengalaman-pengalaman berharga, yang sedih dan bahagia : untuk bisa memberikan inspirasi pada sesama. Buatlah buku, website atau blog yang -barangkali- sederhana saja. Tapi isilah media itu dengan pengalaman kita yang paling berharga. Berbagilah, walau hanya cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, saran saya : mumpung nge-blog belum dikenai biaya, kita mulai "menjadi seseorang" bagi manusia-manusia lain yang belum pernah kita kenal sebelumnya. Berikan manfaat dengan jatuh bangunnya kita membangun sebuah usaha yang bersahaja, dengan satu kata : inspirasi.&lt;br /&gt;Tulislah, walau sebaris cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana, semoga kita tak menjadi David Silver di San Quentin yang perkasa, tapi gamang bebas karena takut tak menjadi siapa-siapa di dunia nyata. Toh, tak ada ruginya berbagi cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Bismillah...action !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-2937177311755180152?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/2937177311755180152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=2937177311755180152&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/2937177311755180152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/2937177311755180152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/01/belajar-dari-david-silver-di-san.html' title='Belajar dari David Silver di San Quentin State Prison'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S1UBETIFtbI/AAAAAAAABCs/8DXu-psP1-c/s72-c/san+quentin+california.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-4223871159087435168</id><published>2010-01-03T06:05:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T06:07:24.122-08:00</updated><title type='text'>Bukan cuma Materi, tapi ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S0Ckc0QryOI/AAAAAAAABBk/xkZoAnFhtQ4/s1600-h/tukang+kerupuk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S0Ckc0QryOI/AAAAAAAABBk/xkZoAnFhtQ4/s400/tukang+kerupuk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422514766325991650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya berjualan kerupuk. Apa artinya kerupuk, yang sebungkus isi 5 gelundung harganya hanya 1000 rupiah, dibandingkan bisnis miliaran para pegawai wangi berdasi dan pengusaha besar di republik ini. Tapi, karena hanya berjualan kerupuk, beliau sangat mengisnpirasi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya -sebut saja- Pak Amin. Saya tak berjumpa langsung dengannya, hanya ngobrol dengan Maman, seorang anak buahnya : pengecer kerupuk dengan sepeda, yang kebetulan numpang rehat di gardu siskamling depan rumah saya. Dari Maman-lah saya mendapat banyak cerita, tentang pak Amin dan perjuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari sebuah pabrik kerupuk di Tangerang akhir tahun 2007, pak Amin memutuskan untuk memulai perjuangannya sendiri. Dengan modal dan peralatan seadanya, dia memulai usaha : membuat pabrik kerupuk di pojokan daerah POMAD - Ciluar Bogor. Di bedeng sewaan ukuran 6 x 6 yang disewanya untuk pabrik, tempat tinggal dan "asrama" bagi 4 orang tetangga kampungnya (2 orang membantu produksi, dan 2 orang berkeliling menjajakan kerupuk) : awal 2007 tonggak awal sebuah usaha ditancapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maman bercerita: ketekunan, kemauan kuat dan tidak mudah menyerah adalah rahasia sukses pak Amir. Pak Amir adalah naungan bagi para anak buahnya, yang notabene adalah teman-teman sekampung yang kurang beruntung nasibnya. Pak Amir tetap pembuat kerupuk, duduk seharian sambil mencetak kerupuk, walau dia seorang pengusaha. Tapi, kadang pak Amir juga berpeluh menggenjot sepeda bila anak buahnya sedang sakit tak bisa menjajakan barang dagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, lanjut Maman, kini cerita sudah berbeda. Dengan 11 orang anak buahnya, keuntungan bersih 12 juta setiap bulannya : Pak Amir mulai berdaya. Dibelinya tanah yang dulu disewanya, diperbesarlah kapasitas usaha; dan kini beliau sedang mengajari 5 penjaja kerupuk baru untuk memperluas areal jualannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerupuk bisa mengubah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, di tanggal yang masih muda dalam tahun baru ini; agaknya sudah seharusnya kita mulai berfikir. Mencermati dan berefleksi : adakah perubahan besar yang sudah kita buat sepanjang tahun lalu? Tak cuma karena materi kita yang bertambah banyak, dompet kita yang bertambah tebal...namun, berapa orang yang menjadi berdaya karena buah perjuangan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Amir, lewat mulut Maman penjual kerupuk keliling di depan rumah saya, menusuk dalam dengan inspirasinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-4223871159087435168?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/4223871159087435168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=4223871159087435168&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/4223871159087435168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/4223871159087435168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2010/01/bukan-cuma-materi-tapi.html' title='Bukan cuma Materi, tapi ...'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/S0Ckc0QryOI/AAAAAAAABBk/xkZoAnFhtQ4/s72-c/tukang+kerupuk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-9024607639380199515</id><published>2009-03-19T00:12:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T00:14:51.498-07:00</updated><title type='text'>Selamat Tinggal Surat Kabar “Seattle P-I”</title><content type='html'>Demikian judul sebuah berita di Kompas (19/03/09) halaman sepuluh.  Harian ini – Seattle Post Intelligencer- sudah terbit selama 146 tahun, dan mulai selasa kemarin tutup untuk kemudian terbit dalam versi on line.  Keputusan tutup,  karena alasan managemen sudah tak kuat lagi bergulat melawan pendapatan iklan, sirkulasi yang makin turun.  Pembaca dan pengiklan “lari” ke internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan lagi, laporan dari Pew Project for Excellence in Journalism menggambarkan industri surat kabar AS tengah mengalami “sangat dekat dengan terjun bebas”; dikarenakan pembaca dan pemasang iklan beralih ke internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana kita di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tak mau, suka tak suka; sejarah komersial industri surat kabar di Indonesia “mirip” dengan apa yang telah terjadi di Amerika.  Bedanya, Amerika “duluan” ketimbang kita, jadi bagusnya, kita bisa belajar dan mengantispasi potensi bahaya.  Bagaimana tidak?  Era kejayaan koran sore di Amerika saat boom-nya revolusi kerah biru, yang kemudian keok dan mati suri saat lahirnya generasi kerah putih mirip sekali dengan kejadian kita di Indonesia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apakah koran-koran kita akan ambruk karena pembaca dan pengiklan boyongan mengkonsumsi internet?  Saya rasa tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan media cetak (khususnya koran) kita saat ini belum lagi sampai ke sana.  Banyak koran baru datang dan pergi, terbit sekali lantas mati.  Sejauh yang saya amati, dan saya tahu : kira-kira penyebabnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Secara umum, kebanyakan investor atau orang yang memodali koran bertemu dengan wartawan atau orang-orang dengan latar belakang redaksi,  tentu saja factor akses sangat mempengaruhi hal ini.  Repotnya, tak banyak wartawan yang benar-benar tahu soal seluk beluk teknis manajemen media, menguasai soal rimba periklanan apalagi dunia antah berantah bernama sirkulasi.  Akhirnya, semua perencanaan diserahkan pada kata berjudul Asumsi.  Selain itu stok orang yang mengerti benar soal manajemen –terutama hal pemasaran – media cetak tak banyak.  Akibatnya, semua menjadi salah perhitungan; bisnis koran yang seharusnya marathon digeber dengan gaya sprint.  Walhasil kehabisan napas di tengah lintasan.  &lt;br /&gt;2. Tidak ada sekolah untuk tenaga pemasaran dan manajemen untuk koran.  Bisnis ini sangat spesifik.  Bayangkan, kita harus menjual produk yang umur pakainya kurang dari 3 jam, setiap hari ada produk baru,   susah dijual di took atau jaringan title umumnya, sehingga harus langsung dijual di jalan : aatau diantar ke rumah.  Makanya, banyak investor atau eksekutif yang baru terjun di dunia ini tergagap-gagap.  Sudah begitu-buat sebagian besar rakyat di negeri kita -  barang ini bukan barang kebutuhan primer.  Alhasil, ketika musim anak sekolah, penjualan turun; ketika musim hujan, barang retur banyak….&lt;br /&gt;3. Tataniaga sirkulasi koran yang sudah terlanjur carut marut.  Dulu, ketika koran memang masih murah, menjadi agen koran adalah profesi yang menjanjikan.  Keuntungan menjadi agen koran, sudah banyak memberangkatkan haji agen-agen, bahkan menyekolahkan anak-anak meraka (hingga keluar negeri, bahkan !) Kini saatnya barang-barang dijual mahal, koran jusru dibanting murah oleh para penerbit.  Dilematis memang.  Kalau dijual mahal, pembaca ogah beli, dijual murah agen dan pengecer kelimpungan.  &lt;br /&gt;Saat ini, sisi paling marginal dari bisnis koran adalah agen dan pengecer koran.  Bayangkan,  dulu seorang agen dengan menjual selembar koran bisa mendapatkan paling tidak keuntungan 100 rupiah.  Pengecer bisa dapat lebih besar dari itu.&lt;br /&gt;Tapi kini, mendapatkan 25 rupiahpun sulit.  Artinya, sebenarnya resiko yang ditanggung agen sangat besar –apalagi ditambah kebijakan penerbit yang ketat- karena kelingan 1 koran seharga 500 perak, artinya keuntungan berjualan 20 koran akan lenyap seketika.&lt;br /&gt;Itu kenapa, banyak agen terjerat hutang pada penerbit, boro-boro bisa membantu penerbit mengembangkan pasar, untuk memikirkan belitan hutang saja sudah pusing.  &lt;br /&gt;Tataniaga ini diperparah dengan banyaknya tenaga sirkulasi yang tidak memahami kondisi ini, strategi yang dibuat cenderung makin menghancurkan jaringan distribusi.   Repotnya lagi, di sini banyak petualang yang melihat kondisi ini sebagai peluang untuk memperkaya diri sendiri dengan korupsi dan manipulasi.&lt;br /&gt;Di sisi lain, jaringan keagenan makin tua, karena tak ada kaderissasi.  Mengapa? Karena generasi penerus keagenan sudah tidak lagi tertarik dengan bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi persoalan iklan.  Banyak koran baru juga terjebak keinginan mendapatkan porsi besar kue iklan dari biro iklan.  Mereka, biasanya, akan terjebak pada data Readership Nielsen dan belum tercantumnya koran mereka di situ.  AE Iklan yang ada kurang jeli melihat peluang, karena koran baru, biasanya hanya berani menggaji AE baru yang notabene masih hijau di lapangan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terjadilah “Trickle Down Effect”.  Ketika koran baru terbit, digeber layaknya lari sprint; baik di promo maupun cetak.  Karena tak terdistribusi dengan baik (alias tak jeli memilih jaringan) maka koran tak terlihat dan pada akhirnya tak pernah laku.  Karena koran tak terlihat, pengiklan meragukan eksistensi si koran.  Walhasil modal makin tipis, cetak makin dikurangi, iklan makin seret.  Akhir cerita : matilah itu koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, berbeda dengan Amerika : belumlah sampai soal pembaca yang lari, faktor internal koran itu sendiri yang masih sangat berperan, apakah akan bertahan atau mati.  Koran anda sendiri bagaimana?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-9024607639380199515?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/9024607639380199515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=9024607639380199515&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/9024607639380199515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/9024607639380199515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2009/03/selamat-tinggal-surat-kabar-seattle-p-i.html' title='Selamat Tinggal Surat Kabar “Seattle P-I”'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-109607477024838103</id><published>2009-03-09T09:15:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T09:19:06.193-07:00</updated><title type='text'>Gogon Kebakaran Jambul</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SbVBWZ4YUHI/AAAAAAAAAqU/FuHqvowzRUM/s1600-h/gogon+srimulat.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 77px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SbVBWZ4YUHI/AAAAAAAAAqU/FuHqvowzRUM/s400/gogon+srimulat.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311223188713656434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam casting grup legendaries SRIMULAT, dikenal seorang tokoh bernama Gogon. Kumisnya ala Charlie Chaplin, posturnya tipis, petentengan dan satu lagi ciri paling khas-nya jambul di kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saya bayangkan; bila di-pameo-kan orang gusar sebagai kebakaran jenggot, maka Gogon akan kebakaran jambul (karena tak punya jenggot).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan saya yang berjudul “Only The Good, Die Young” yang saya posting seminggu lalu : ternyata memancing banyak sekali komentar baik di milis maupun facebook (lokasi-lokasi saya mem-posting tulisan tersebut). Sebagian besar komentarnya setuju soal segala yang tertulis di dalamnya, terutama soal kepribadian almarhum yang akrab, baik hati dan jenaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, empat hari lalu, seseorang yang memakai nama samaran Gogon Lebay, menuliskan kegusarannya pada saya –via japri- dan menembuskan e-mailnya tersebut kepada petinggi-petinggi harian Seputar Indonesia. Rupanya, ada Gogon gusar yang kebakaran jambul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegusarannya, Gogon menulis soal “kegilaan” saya, karena dianggapnya tulisan tersebut “mempolitisasi” orang yang sudah meninggal. Di akhir e-mailnya, Gogon mendamprat saya dengan sebutan Sakit Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampratan Gogon soal sakit jiwa ini –walaupun tak 100% relevan-- selalu mengingatkan saya pada tiap sesi pertemuan, sesi mengajar di berbagai forum yang saya isi, tentang pertanyaan “mengapa memilih membuka usaha sendiri yang tidak pasti masa depannya, ketimbang bertahan sebagai General Manager dengan gaji dan fasiltas menawan”. Mereka menduga, saya kena sakit jiwa….sakit jiwa akut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali indikasi Gogon ada benarnya. Tak sekedar sakit jiwa –di jaman serba krisis ini- saya adalah penderita sakit jiwa akut. Saya terobsesi pada kebebasan dan kemerdekaan : untuk berekspresi dan mengeksplorasi ide. Saya terobsesi untuk terus menegang urat avonturir dan menderas adrenalin untuk mencoba hal baru, dan kalau bisa yang tak biasa orang lain lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2002, saya berangkat ke Desa Pesurungan Lor, tak jauh dari terminal kota Tegal (Jawa Tengah) untuk belajar soal beternak bebek. Hanya berbekal buku yang dibeli di Gramedia, dengan modal ilmu seadanya : saya memutuskan istirahat dari kerja kantoran membanting setir jadi peternak bebek. Tiap pagi, bergelut dengan kotoran 600 ekor bebek, tiga kali sehari mengaduk dedak, konsentrat dan vitamin serta tiap sore mengantar telor ke tukang jamu dan tukang martabak langganan. Hasil dari membuka usaha, dengan hanya berbekal kemauan, kerja keras tapi pengetahuan yang sangat kurang adalah : Gagal Total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak usah meratap, demikian kata buku La Tahzan. Kegagalan beternak bebek, walau getir tak pantas diratapi. Sambil bekerja lagi di sebuah koran local milik grup Kompas, dirintislah usaha jasa distribusi dan iklan. Pelajaran nomor dua : bisnis dengan pengetahuan yang cukup, modal yang cukup namun tanpa pengawasan serta keterlibatan maksimal juga berakibat : Gagal Total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun 2004, paska lebaran, Seputar Indonesia (SINDO) memanggil. Lagi-lagi dimulai usaha baru, sambil bekerja : menjadi distributor produk air kelapa olahan (Nata de Coco). Jangkauan wilayahnya cukup lumayan : Jawa Barat dan Banten. Namun, satu hal lagi pelajaran didapat. Usaha dengan pengetahuan cukup, modal cukup, pengawasan cukup ; tapi tanpa manajemen keuangan yang baik mempercepat bisnis kolaps alias gagal total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya, tahun 2006. Adanya pergeseran visi di perusahaan tempat bekerja, serta didorong keinginan untuk menjadi manusia yang merdeka : maka diambillah langkah yang biasa diidap para manusia penderita “sakit jiwa akut” : keluar kerja, meninggalkan jabatan beserta segala fasilitasnya , untuk menegakkan sebuah mimpi menjadi manusia burger. Di tahun itu saya resmi menjadi penjual burger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun telah lama berganti. Segala kegilaan, segala jatuh bangun kini hampir terbayar. Saya, tak akan pelit berbagi apapun ilmu kepada anda, karena pada dasarnya yang saya bagikan adalah bagian yang disebut “sakit jiwa akut” tadi. Saya mengembangkan usaha ini, berbagi kesempatan bermitra dengan anda : dengan kondisi yang anda bisa lakukan dengan cara termudah serta biaya termurah. Anda tak perlu lagi memulainya dari angka 0 untuk menuju skor 10. Saya akan tularkan dengan segera ke-“sakit jiwa”-an tadi, supaya anda bisa juga menjadi pribadi sukses. Karena katanya, sukses itu hak setiap orang, bukan monopoli oknum tertentu di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau Gogon - yang sudah kehabisan order manggung- ini bilang: saya sakit jiwa…wah, saya harus ralat : saya ini penderita sakit jiwa akut. Obsesi dalam otak untuk membuat usaha saya bisa membantu banyak orang sukses sangat menggila, sangat memeras adrenalin dan menegang urat adrenalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu sedikit kegilaan untuk bisa sukses : demikian kata para senior dalam buku-buku mereka. Tinggalkan kebiasaan menjadi pribadi yang berfikir biasa-biasa, pribadi yang gagal, pribadi penuh kritik tanpa solusi dan tanpa resolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka-akhirul kata- semoga anda juga sukses.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-109607477024838103?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/109607477024838103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=109607477024838103&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/109607477024838103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/109607477024838103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2009/03/gogon-kebakaran-jambul.html' title='Gogon Kebakaran Jambul'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SbVBWZ4YUHI/AAAAAAAAAqU/FuHqvowzRUM/s72-c/gogon+srimulat.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-7594459202915529888</id><published>2009-03-03T00:00:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T00:01:08.444-08:00</updated><title type='text'>Only The Good Die Young (In Memoriam ARIS AHMADI)</title><content type='html'>Sejauh yang saya tahu, namanya Ahmadi. Tapi semua teman-temannya memanggilnya Aris. Perawakannya yang tinggi besar, seringkali, menakutkan bagi orang yang pertama kali mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengenalnya 15 tahun lalu, di Republika. Seperti juga orang yang pertama kali mengenalnya, saya juga rada takut melihat penampilan luarnya. Namun, tak perlu waktu lama untuk tahu bahwa : Aris yang teman yang jenaka dan setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama empat tahun kami menjadi rekan sekerja. Banyak hal yang saya ingat soal dia. Aris seorang pekerja keras, dulu dia adalah penjaga gawang Administrasi Sirkulasi di Republika (bersama temen karibnya : Mas Uyanto atau mas UY kami biasa sapa). Ratusan nomor registrasi agen dihapalnya luar kepala, itu yang membuat kami kagum kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tinggal di Bojonggede-yang kebetulan sejalur dengan saya- tak jarang kami berada di kereta yang sama saat berangkat kerja. Kebiasaan kami sama, datang pagi-pagi karena takut terlambat karena ketinggalan kereta dan pulang tepat waktu, supaya bisa naik kereta yang sama: kereta yang berangkat 17.46 dari Stasiun Pasar Minggu Jakarta. Perawakannya yang besar cukup membantu saya menaklukan desakan para penumpang lainnya. Setiap sore sepanjang empat tahun lamanya, kami bersama berlari keluar dari basement Republika, mengejar angkot yang sama menuju Stasiun Pasar Minggu untuk kemudian bermandi peluh dalam kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1998, kami mengambil persimpangan yang berbeda. Saya keluar dari Republika dan Aris masih setia didalamnya. Hingga tahun 2004, kami dipertemukan kembali dalam di sebuah persimpangan yang sama. Seputar Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aris di Seputar Indonesia, tidak serta merta menjadi Aris yang berbeda. Ketekunan, kepolosan dan kesetiannnya masih ada, tak hilang dibilas waktu.&lt;br /&gt;Di Seputar Indonesia, kami berada di lokasi kerja yang sama, namun dalam posisi yang sudah berbeda. Tapi bagaimanapun kami adalah teman lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan di Seputar Indonesia, adalah perang di lapangan yang pertama baginya. Jaringan distribusi yang dibinanya (wilayah Bogor) di tekan habis oleh KOMPAS (yang dimotori oleh Manager Sirkulasinya : Sugeng Hari S beserta bala kurawanya). Aris, kadang masih tergagap menghadapi itu semua. Maklum, ini adalah perang pertamanya. Kami, temen-temennya tak henti selalu mendukung dan mendorongnya, untuk terus maju-bersama- memenangkan peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan “bambu runcing” seadanya kami berperang melawan kedzaliman ideology KOMPAS – yang direpresentasi oleh tim sirkulasinya- yang melarang agennya menjual SEPUTAR INDONESIA. Tak Cuma kami, agen-agen juga diam-diam mendukung kami. Aris berada di dalam tim kami, semangatnya tak putus tak henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman terus bergulir, waktu terus berjalan. Kembali, kami mengambil persimpangan yang berbeda. Tim Kompas yang dulu menjegal kami saat memperjuangkan SINDO –karena tak lagi dipakai lagi di sana – berbalik masuk ke SINDO; dan menjadi atasan langsung Aris. Jaman menjadi serba paradoks. Sebagian besar pasukan militan yang sempat menjadi teman-teman Aris memutuskan keluar dari Komando peperangan karena tak mau dipimpin oleh tim yang dulu menjegal mereka. Namun, Aris dengan segala pertimbangannya, memilih untuk tetap tinggal di dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hormat dan respek atas segala keputusan yang telah diambilnya. Walau sudah berada di beda persimpangan, kami tetap teman bagaimanapun juga. Tapi itu awal yang berat baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kali sejak kami tak lagi sering bersua, Aris kambuh penyakit jantung yang telah lama diidapnya. Dua kali pula, Aris sampai harus menjalani perawatan di Rumah Sakit. Beberapa kali saya mendengar keluh kesahnya. Dari soal pekerjaan yang makin lama menghimpitnya, atasan-atasan yang tak tahu harus berbuat apa untuk membantunya, hingga rasa ditinggalkan oleh temen-temen lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kami tak meninggalkannya. Berupaya untuk bisa hidup di kerasnya Jakarta, kadang membuat kami abai untuk bertegur sapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemarin-Senin 2 Maret 2008, saya mendengar kabar, Aris teman baik saya, Aris yang polos, baik hati, setia kawan dan jenaka telah pergi meninggalkan kami selamanya. Penyakit jantung yang diidapnya kambuh, dia meninggal di pelukan mbak Evi-istri tercintanya. Usainya belum lagi 41 tahun saat meninggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aris, kami tak akan bisa lupa. Mulai saat ini dan besok -dalam setiap kesempatan dan perjuangan, akan kami jadikan engkau monumen dan teladan bagi kita semua. Perjuanganmu yang belum selesai akan kami lanjutkan. Maafkan kami -teman-teman lamamu- yang mungkin telah abai. Kami adalah teman-teman lama, dan akan tetap menjadi teman dalam doa. Karena kami, sesungguhnya tak punya apa-apa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-7594459202915529888?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/7594459202915529888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=7594459202915529888&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/7594459202915529888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/7594459202915529888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2009/03/only-good-die-young-in-memoriam-aris.html' title='Only The Good Die Young (In Memoriam ARIS AHMADI)'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-4166260516902459688</id><published>2008-12-30T16:09:00.001-08:00</published><updated>2008-12-30T16:13:52.165-08:00</updated><title type='text'>Pak Oman, Inspirasi saya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SVq4-AdRxlI/AAAAAAAAAnQ/WLGWgIWdH4w/s1600-h/tukang+koran+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 340px; height: 255px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SVq4-AdRxlI/AAAAAAAAAnQ/WLGWgIWdH4w/s400/tukang+koran+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285740488086898258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 9"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 9"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:/DOCUME%7E1/bazz/LOCALS%7E1/Temp/msoclip1/03/clip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:donotoptimizeforbrowser/&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tadi malam, di tengah tumpukan onderdil mobil dalam sebuah bengkel milik kawan saya Cipto di bilangan Warung Buncit Jakarta, saya bertemu seorang kawan lama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Oman Supratman namanya-atau kami lebih sering menyapanya : kang Oman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sosoknya kecil tak istimewa, kulitnya legam tidak menggambarkan aslinya sebagai urang Tasik tulen.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya sempat sekantor dengannya, empat belas tahun lalu, namun tak lama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dulu sosoknya dikenal bengal dan suka berbuat seenaknya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mabuk di klab malam adalah hal biasa, sorot matanya yang tajam adalah satu-satunya yang bisa membuatnya berwibawa di mata klien-klien kami dulu di Republika.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Oya, di kalangan agen-agen Koran di ibukota, namanya tak asing di telinga, karena pengalamannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sudut tikus mana di kota Jakarta yang tak dikenalnya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasanya tak ada.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Itulah pak Oman yang dulu saya kenal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya sudah lama lagi tak berjumpa dengannya, semalam, adalah delapan tahun kemudian sejak kami terakhir berjumpa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pak Oman, sudah menjadi pribadi yang benar-benar baru buat saya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia sudah menjadi inspirasi buat saya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Delapan tahun lalu, selepas dari Republika, pak Oman tak lagi memiliki pekerjaan yang tetap.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kami - teman-temannya yang kebetulan masih bekerja di Koran- menawarkan sebuah peluang bisnis yang sebenarnya tak asing dalam dunianya : sebagai rekanan distribusi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pekerjaan ini adalah bagian marginal dalam bisnis Koran. Bagaimana tidak, pekerjaan ini menuntut pelakunya tak pernah bisa menikmati tidur malam yang nyenyak, bekerja dari pukul 11 malam, hingga paling cepat jam 4 pagi esok harinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tiada hari libur, keculai saat Koran memang sedang tak terbit-tak peduli hujan badai, banjir atau kering melanda dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pak Oman menerima tawaran kami –dulu- barangkali karena terpaksa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi ini mengubah hidupnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan Suzuki Carry tua warna putih yang dimilikinya, pak Oman memulai segalanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tak canggung, selama delapan tahun, tanpa pernah libur satu haripun, kecuala saat sakit atau Koran tak terbit, pak Oman dengan setia menjalani profesi barunya ; sebagai pengusaha angkuran Koran, meskipun semua posisi masih dirangkapnya : sebagai pemilik dan sebagai sopir.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semua dijalaninya dengan ikhlas,pada akhirnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tadi malam-setelah delapan tahun- saya melihat semua tempaan sudah mengubahnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jatuh bangun mengelola bisnis angkutan Koran, sudah menampakkan hasilnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kini, carry tua warna putih sudah tak ada lagi padanya, sebagai gantinya, kini dia memiliki 1 Kijang, 1 Avanza dan 2 mobil boks serta memberdayakan setidaknya 25 mobil angkutan Koran dalam jaringannya; sehingga kini; pak Oman bisa menjangkau tak hanya Jakarta, namun sampai ke Lampung dan seluruh Jawa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau dulu pak Oman hanya sendirian menjalankan usahanya, kini dengan bendera CV. RBS, dia sudah memberdayakan banyak orang dan turut menciptakan lapangan kerja, bagi setidaknya 30 sopir dan keneknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi, Pak Oman –sebagaimana delapan tahun lalu- saat dia baru memulai usaha, tetap tekun setiap malam membawa sendiri mobilnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Posisinya sebagai bos, tak membuatnya canggung berperan sebagai sopir.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Walau tak kurang dari enam koran ibukota terkemuka, dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;puluhan majalah dan tabloid telah menjadi kliennya – malam itu – saya tak melihat itu semua mengubah pak Oman menjadi sombong atau berbesar kepala.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia tetap apa adanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dunia hura-hura sudah tak lagi dijalaninya, hutang kartu kredit yang melilit sudah lama ditinggalkannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Segera memulai dan banyak-banyaklah berbagi”, demikian ujarnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebuah pernyataan yang luar biasa buat saya yang telah mengenal sosoknya jauh-jauh hari sebelumnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ujarnya lagi”, Dengan memulai, berarti kita membuka pintu rezeki kita, membuka peluang penawaran-penawaran besar menghampiri; dan dengan berbagi, berarti kita membuat rezeki kita juga berguna buat orang lain”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Luar Biasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kerja keras dan jujur, tetap optimis bahwa perubahan bisa diciptakan –bukan hanya ditunggu- adalah resep suksesnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Delapan tahun tempaan mengelola usaha, dengan segala bantingan gelombang susah dan senang, tanpa pernah berfikir untuk menyerah dan berhenti- kini sudah bisa dilihat hasilnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di tengah keluhan teman-teman di beberapa perusahaan Koran terkemuka seperti Seputar Indonesia yang terncam terkena PHK, dan hanya bisa mengeluh tanpa tahu akan berbuat apa, sosok Pak Oman mengingatkan saya tentang pentingnya etos bekerja keras menciptakan perubahan, tidak canggung mengerjakan apapun-asalkan halal, mengesampingkan gengsi dan tetap optimis tak mudah menyerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pak Oman, acungan empat jempol saya untuknya. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-4166260516902459688?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/4166260516902459688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=4166260516902459688&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/4166260516902459688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/4166260516902459688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/12/pak-oman-inspirasi-saya.html' title='Pak Oman, Inspirasi saya'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SVq4-AdRxlI/AAAAAAAAAnQ/WLGWgIWdH4w/s72-c/tukang+koran+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-1874306086637207669</id><published>2008-10-26T17:20:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T19:23:10.955-07:00</updated><title type='text'>Bertemu orang sukses (Part II)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SQUN3hGGyHI/AAAAAAAAAjs/ZOHw-NFGBEU/s1600-h/success.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 156px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SQUN3hGGyHI/AAAAAAAAAjs/ZOHw-NFGBEU/s200/success.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261626987080239218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teknologi mempermudah segalanya.  Dan saya membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, saya berbincang cukup hangat selama dua jam lebih di sebuah kedai di Sentul, dengan teman lama yang sudah tujuh tahun tak bersua.  Betley namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dulu saya kenal, karena kami sempat satu kantor di majalah TEMPO tahun 2000.  Umurnya masih sangat muda, paling tidak dibandingkan dengan saya.  Kami berbeda bagian, dan jabatan kami juga terpaut lumayan jauh.  Tapi, dari gerak-gerik dan sorot matanya, memang Betley sudah saya duga akan menjadi manusia yang luar biasa.  Kegigihannya kuliah sambil bekerja -dulu- cukup membuktikan bahwa Betley cukup punya semangat yang tak bisa hanya disiram dengan air hura-hura-yang biasa dilakukan anak seusianya.    Namun, itu yang tak dibaca bos-bos kami di sana dulu.  Betley sempat kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berpisah di awal 2002,   dia melanjutkan sekolahnya ke Inggris. Sejak itu kami sudah tak pernah bersua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu kali, beberapa hari yang lalu, melalui situs perkawanan FACEBOOK, saya menemukan dia.  Tak tanggung-tanggung, kawan saya ini sudah menjadi pemimpin tertinggi, sekaligus pemilik, sebuah perusahaan IT yang cukup disegani di Indonesia.  Kami berkontak di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, kisahnya tak mulus seperti jalan yang diaspal hotmix.  Tekad untuk tak tergantung pada orang lain, membulatkan niatnya untuk menjadi seorang entrepreneur.  Bermodal uang pinjaman, dia jalani hidup di Jakarta yang keras (sepulang dari Inggris) menjadi freelance consultant.  Posturnya cukup tambun, tapi dia tak punya pilihan selain menjadi motoris.  saya bayangkan itu sangat menyiksa, tapi itulah Betley si Pejantan tangguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup dijalani dengan keras, penghasilannya bahkan kadang tak cukup untuk makan.  Tapi itulah hidup, katanya dalam blog pribadinya : sopo sing ubet, ngliwet.  Siapa yang mau bekerja keras, yang bisa menanak nasi.  Tempaan hidup tidak membuat Betley menyerah, justru memacunya menuju level tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini--- setelah jungkir balik : diremehkan dan disepelekan orang --- hampir semua bank papan atas di Indonesia telah menjadi kliennya, bahkan sebuah bank syariah terkemuka mempercayakan sistemnya dibangun oleh perusahaan yang dipimpin Betley. Hak franchisee sebuah lembaga pendidikan juga telah dimilikinya.  Kini Betley telah menikmati hasil kerja keras dan tempaan cobaan yang diterimanya.  Dia menjadi kuat dan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemarin, saya menemukan Betley telah menjadi pribadi yang sukses.  Dengan segala mimpi dan obsesinya, yang pasti akan dikejarnya.  Dan, sebagai teman, saya hanya bisa mendukung dan mendoakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sopo sing ubet, ngliwet".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-1874306086637207669?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/1874306086637207669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=1874306086637207669&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/1874306086637207669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/1874306086637207669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/10/bertemu-orang-sukses-part-ii.html' title='Bertemu orang sukses (Part II)'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SQUN3hGGyHI/AAAAAAAAAjs/ZOHw-NFGBEU/s72-c/success.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-6516265025317452279</id><published>2008-09-12T06:21:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T06:23:31.525-07:00</updated><title type='text'>Koran Jablay (Postingan lama)</title><content type='html'>Saya juga tadinya tak mengerti kenapa nama-nama Koran yang lumayan ngetop di&lt;br /&gt;ibukota ini diberi tambahan predikat "jablay".  Saya pikir tadinya ada&lt;br /&gt;hubungannya dengan lagu yang ngetop dibawa oleh Titi Kamal di Mendadak&lt;br /&gt;Dangdut.  Ternyata bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah ini saya temukan dari tukang Koran yang setia mengantarkan&lt;br /&gt;suratkabar langganan saya ke rumah, tiap pagi tak peduli hujan deras atau&lt;br /&gt;angin kencang (maklum saya tinggal di bogor).  Dia mengeluh karena&lt;br /&gt;pelanggannya makin lama makin berkurang, bahkan Koran seperti Koran Tempo&lt;br /&gt;dan Sindo dia sudah tak lagi memiliki pelanggan.  Katanya (dengan geram),&lt;br /&gt;"pelanggan saya dimakan Kompas jablay dan Sindo jablay"..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kenyataan ironis, jaman semakin maju, teknologi penerbitan Koran&lt;br /&gt;makin canggih, namun pengusaha gurem seperti tukang Koran makin lama makin&lt;br /&gt;terdesak.  Dia sudah kehilangan kejayaannya tergerus strategi para Koran&lt;br /&gt;besar dalam memenangkan persaingan, sehingga munculah Koran Kompas atau&lt;br /&gt;Sindo jablay alias dijual seribuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut diketahui bahwa strategi banting harga Koran-koran ini pernah&lt;br /&gt;dipelopori oleh Jawa Pos (dan beberapa anggota grup-nya).  Ketika Kompas&lt;br /&gt;cetak di Surabaya dan  berniat mematahkan dominasi Koran Nasional dari Timur&lt;br /&gt;(Jawa Pos).   Jawa Pos mensiasati dengan mengikat jaringannya (memakai&lt;br /&gt;insentif, diskon dan kondisi spesial bagi agen eksklusifnya-terutama di&lt;br /&gt;sektor langganan) serta menurunkan "Koran jablay" di eceran untuk menggebuk&lt;br /&gt;pembaca non loyalis (di pasar eceran) agar membeli Jawa Pos ketimbang&lt;br /&gt;nyoba-nyoba Kompas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi ini saya bisa  pahami mengingat akar Jawa Pos di pelanggan kota&lt;br /&gt;Surabaya sudah sedemikian kuatnya.  Buat mereka dengan oplah (mungkin 300&lt;br /&gt;ribuan di Surabaya, serta mungkin 85%-an pelanggan) membuang 10 ribu Koran&lt;br /&gt;jablay untuk mengacak jalur eceran  bisa jadi sangat efektif buat menghambat&lt;br /&gt;pesaing , serta di sisi lain tak bakalan mempengaruhi penjualan secara&lt;br /&gt;overall.  Tapi jelas, pengecer goyang.  Mereka lebih cenderung menjual jawa&lt;br /&gt;Pos (yang sudah pasti laku) dengan harga 1000.resiko kecil untungnya sudah&lt;br /&gt;kebayang; ketimbang menjual kompas (yang walaupun 100% konsinyasi) tapi&lt;br /&gt;belum jelas prospeknya.  Harus diakui Kompas cukup terpukul.sehingga merasa&lt;br /&gt;perlu mempaketkan dengan Surya (grup-nya, Koran lokal terbit di Surabaya),&lt;br /&gt;bahkan terpancing menjual dengan harga 1000-an juga di beberapa pom bensin.&lt;br /&gt;Boleh dikata Jawa Pos cukup bisa membuat Kompas kalang kabut di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Kompas mencoba melakukannya di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya, ada sekitar 20ribu-an Kompas di-jablay-kan alias dijual harga&lt;br /&gt;1000-an tiap harinya.  Tentu dilihat dari sisi image, ini adalah langkah&lt;br /&gt;yang cukup riskan.karena selain orang akan berpikir apa bedanya Kompas&lt;br /&gt;dengan Warta Kota, juga pelanggan juga mungkin - sebagian-akan goyang&lt;br /&gt;kesetiaannya.  Berlangganan bulanan 60 ribu, beli eceran di perempatan rutin&lt;br /&gt;Cuma 30ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi barangkali logika saya di atas dipakai juga oleh kompas, apalah artinya&lt;br /&gt;20ribu eksemplar dibandingkan penjualan mereka yang 300-an ribu per hari di&lt;br /&gt;Jabotabek.  Pada kondisi ini, apalagi menilik strata ekonomi rata-rata&lt;br /&gt;pembaca kompas-persoalan switching2 pelanggan ke pasar eceran sih sepertinya&lt;br /&gt;kecil kemungkinan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menduga, langkah ini diambil Kompas untuk menjegal Sindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya, saya mengira sindo tetap bertahan dengan permainan mereka yang&lt;br /&gt;cukup cantik di pasar eceran dengan harga 2000 plus 40 halaman (karena&lt;br /&gt;kebetulan manager Sirkulasi-nya dulu eks dari Koran tempo-yang&lt;br /&gt;notabene-sudah cukup pengalaman dijegal kompas sebelumnya), plus produk klas&lt;br /&gt;menengah bawah (yang "by nature" memang besar).  Dengan jalur distribusi&lt;br /&gt;-yang menurut tim sirkulasi mereka - diambil dari layer kedua-nya jaringan&lt;br /&gt;distribusi kompas, sudah bukan jadi rahasia sindo bisa tampil di jalanan.&lt;br /&gt;Tapi rupanya, Sindo terpancing juga. Saya tak tahu apa yang terjadi di dalam&lt;br /&gt;manajemen mereka, namun nampaknya langkah mereka mengikuti kompas dengan&lt;br /&gt;menjual sindo edisi jablay cukup disesalkan (paling tidak oleh tukang Koran&lt;br /&gt;langganan saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fundamental, pelanggan sindo belum cukup kokoh.  Kebanyakan masih&lt;br /&gt;dalam tahap coba-coba, pertumbuhan pelanggannya kelihatannya juga masih&lt;br /&gt;payah (lagi-lagi, paling tidak itu pengakuan tukang Koran  langganan saya),&lt;br /&gt;mereka masih mengandalkan penggarapan pelanggan dengan pola "jaman&lt;br /&gt;majapahit" : door to door dan memberi gimmick-gimmick kuno seperti payung&lt;br /&gt;dan janji2 manis datang tak terlambat dll.  Dari sisi ini Sindo nyaris tak&lt;br /&gt;ada inovasi.  Maka, langkah mengikuti menjual 1000-an -saya duga-karena&lt;br /&gt;mereka sudah pusing dan terpancing oleh strategi kompas.  Kasusnya hampir&lt;br /&gt;mirip dengan kompas di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya Sindo banyak belajar -selain dari kasus kompas di Surabaya - juga&lt;br /&gt;dari kasus Koran tempo.  Saat akan terbit, dengan confidence level 1000%&lt;br /&gt;bisa mengalahkan kompas - dulu - Koran tempo mencoba men-drive pasar.&lt;br /&gt;Bayangkan, launching pertama kali harga jual Koran diposisikan sama dengan&lt;br /&gt;kompas.  Harga iklan juga demikian adanya.  Tapi, dukungan produk dan&lt;br /&gt;-terutama percetakan - yang payah, ditambah lagi sengatan kompas di jaringan&lt;br /&gt;distribusi membuat manajemennya berkali-kali gamang dengan mengubah strategi&lt;br /&gt;dalam jangka sangat pendek.  Belum lagi ada kelihatan efek dari satu&lt;br /&gt;policy-barangkali karena juga terpancing competitor, selain karena factor&lt;br /&gt;confidence level tadi - sudah ganti policy lain.alhasil jaringan distribusi&lt;br /&gt;bingung setengah mati.  Makin lama, Koran tempo makin tak kelihatan.bukan&lt;br /&gt;apa-apa,  agen-agen mulai tak percaya, pembeli juga bingung (bingung&lt;br /&gt;mencari, dan bingung saat membeli karena harga berganti-ganti).  Kini, Koran&lt;br /&gt;tempo menjadi Koran yang aneh (karena kecil, walaupun itu menjadi gampang&lt;br /&gt;dibaca di KRL yang sesak) dengan alasan trend jaman (padahal lebih untuk&lt;br /&gt;efisiensi).juga kini tak punya banyak pelanggan karena agen-agen langganan&lt;br /&gt;tak bisa bersaing dengan koran tempo jablay. posisi yang sulit barangkali&lt;br /&gt;dihadapi oleh Tempo.  Dengan positioning dimiripkan majalahnya (yang high&lt;br /&gt;class, sophisticated, top over the top), sungguh terbanting kondisi koran&lt;br /&gt;tempo dibanding kondisi riilnya.harga dijual 1000, dijual di KRL dan bis&lt;br /&gt;ekonomi, pengiklan bertanya-tanya (ini Koran masih ada gak ya..?).distribusi&lt;br /&gt;yang sangat terbatas hanya di jabotabek saja (karena masih cetak di&lt;br /&gt;Jakarta).  Ditambah lagi, di dalam mereka sudah mulai terserang sindrom&lt;br /&gt;pabrik gula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pelajaran penting buat sindo mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apapun, jablay-jablay ini selain merugikan penerbitnya  (karena&lt;br /&gt;subsidi mereka makin besar), juga makin mendesak kehidupan bisnis adalah&lt;br /&gt;para agen, loper dan pengecer.  Menjadi agen Koran -rupanya-bukan lagi&lt;br /&gt;sebuah usaha yang prospeknya cerah dan menguntungkan; apalagi dengan kondisi&lt;br /&gt;penerbit yang mulai abai kepada jaringannya dan sibuk dengan subsidi yang&lt;br /&gt;makin besar, pengiklan yang makin kritis dan strategi yang maju kena mundur&lt;br /&gt;kena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi juga, barangkali saya yang tertinggal arus kereta jaman .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 12 November 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basri Adhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Veteran Tukang Koran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-6516265025317452279?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/6516265025317452279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=6516265025317452279&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/6516265025317452279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/6516265025317452279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/09/koran-jablay-postingan-lama.html' title='Koran Jablay (Postingan lama)'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-4906115310934908448</id><published>2008-08-19T01:32:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T05:31:34.737-07:00</updated><title type='text'>OCHA pergi ke China</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SKq8u71VxeI/AAAAAAAAAZY/kUe-SttuCpw/s1600-h/Great_Wall_of_China.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SKq8u71VxeI/AAAAAAAAAZY/kUe-SttuCpw/s400/Great_Wall_of_China.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236205031293044194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sahabat mengirin sandek hari ini..."wah, selamat jadi bujangan seminggu"..demikian gurau mereka.  Ya, memang seminggu ini, Ocha istri saya berada di China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kemarin dulu saya sampaikan kabar bahwa istri saya berangkat ke China-karena penghargaan atas prestasi kerjanya-banyak teman tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena istri saya bekerja di perusahaan asuransi.  Asuransi Jiwa, lagi...dengan memulai sebagai agen.  Profesi yang hina bagi sebagian orang.  Tapi, kami adalah pasangan yang ingin selalu keluar dari kerumunan.  Orang-orang berkerumun di dalam kereta atau bus tiap jam 6 pagi, dan kembali berkerumun nanti jam 7 malam; maka kami menghindarinya.  Orang-orang berkerumun menunggu jatah yang dibagikan tanggal 25 tiap bulan di depan ATM, maka kami juga ikut menghindarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berusaha menciptakan jalan yang kami rintis sendiri, mencari jalan ideal yang menjadi impian kami sendiri (atau belakangan jadi impian orang lain juga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kerja 8 tahun terbayar sudah, setalah jalan-jalan ke Bali beberapa waktu lalu, di Beijing, Ocha-istri saya- berkesempatan menonton Olympiade gratis, berjalan-jalan ke Great Wall dengan bekal dibayarin, dan menginap di hotel berbintang tanpa harus memeras otak ketika membayar.  Semua menjadi fasilitas yang "harus dinikmati"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah bayaran dari kerja keras 8 tahun, dan tak ada yang instan.  Karena hanya indomie yang instan. Tahun depan ada beberapa impian yang akan kami gapai, dengan segala upaya...yang kami usahakan keluar dari kerumunan.  Dan yang pasti harus halal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-4906115310934908448?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/4906115310934908448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=4906115310934908448&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/4906115310934908448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/4906115310934908448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/08/ocha-pergi-ke-china.html' title='OCHA pergi ke China'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SKq8u71VxeI/AAAAAAAAAZY/kUe-SttuCpw/s72-c/Great_Wall_of_China.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-1904675050815616251</id><published>2008-07-30T06:51:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T23:18:33.554-08:00</updated><title type='text'>Koran SINDO, setelah 3 tahun, kini ada dimana...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SJB1IS7Dk5I/AAAAAAAAAVs/hLmWPWvPcQE/s1600-h/sindo14.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SJB1IS7Dk5I/AAAAAAAAAVs/hLmWPWvPcQE/s400/sindo14.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228807952756085650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhir Juni lalu -tepatnya yanggal 30 Juni, kebetulan pas berbarengan hari kelahiranku- Sindo berulang tahun ke tiga.  Masih balita.  Tapi akselerasi yang luar biasa di awal terbitnya, membuat beberapa koran yang sudah mapan jeri melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak penting benar membicarakan apa yang telah mereka lakukan hingga ulang tahunnya yang ketiga.  Kadang datar, tetapi kadang penuh kejutan.  Terbitnya SINDO sore cukup menggetarkan, walau tidak ditunjang dengan strategi pemasaran yang pas dan matang, disusul dengan penutupan edisi sore itu juga cukup membingungkan.  Hikayat yang beredar, SINDO sore ditutup karena tak laku dijual, hanya dibagi gratis dan tak menghasilkan uang.  Barangkali bukan tak laku dijual, namun tim pemasarannyanya tak bisa menjual.  Ya, karena untuk edisi sore -walaupun bukan hal yang baru-baru banget- mereka pioneer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, setelah tiga tahun, saya mulai kehilangan SINDO.  Dia menghilang dari dekapan pengecer dan tak muncul dari jepitan yang digantung tukang koran pinggir jalan.  Ada apa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar yang beredar, peredaran mereka turun tak keruan.  Barangkali karena kenaikan harga, atau bisa jadi karena korannya tak pernah berubah tampilan.  Walau ketebalan halamannya sangat menyenangkan pembantu di rumah (karena kecipratan rezeki dari koran kiloan); berita yang ditulis di SINDO nyaris seperti pengumuman di papan kelurahan, datar tanpa ekspresi dan gejolak.  Tak layak memang disandingkan dengan Koran Tempo-misalnya.  Apalagi Kompas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya, adalah salah satu pelanggan yang meninggalkan koran ini, saat usianya menjelang 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada semacam kebosanan.  Tapi, saya tak tahu bagaimana mereka mengaturnya di dalam.  Tapi, buktinya, SINDO sudah sulit dijumpai di jalan.  Bukan tak mungkin juga mereka juga punya problem di pemasaran.  SINDO harus segera bebenah, sebelum dana yang dikucurkan semakin membuncah, kerugiannya juga nya makin melimpah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-1904675050815616251?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/1904675050815616251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=1904675050815616251&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/1904675050815616251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/1904675050815616251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/07/koran-sindo-setelah-3-tahun-kini-ada.html' title='Koran SINDO, setelah 3 tahun, kini ada dimana...'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SJB1IS7Dk5I/AAAAAAAAAVs/hLmWPWvPcQE/s72-c/sindo14.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-5134977517525190176</id><published>2008-07-30T05:29:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T23:18:33.657-08:00</updated><title type='text'>Perubahan untuk diciptakan, bukan ditunggu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SJBj19tqgjI/AAAAAAAAAVk/pnEQldpfm6Y/s1600-h/101_6017.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SJBj19tqgjI/AAAAAAAAAVk/pnEQldpfm6Y/s400/101_6017.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228788946127454770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Usianya barangkali sepantaran dengan saya.  Barangkali juga lebih muda.  Semangat yang menyala tergambar dari suara mantap dalam setiap pembicaraan kami, juga terpancar dari balik kaca mata minusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mantan karyawan sebuah bank, yang tergulung bersama krisis ekonomi tahun satu dekade lalu.  Sebuah peristiwa selalu menuntun nasib manusia pada peristiwa yang lain, bahkan itu sebuah peristiwa kematian.  Karena bank dimana dia bekerja gulung tikar, maka dia pun terkena rasionalisasi.  Memasuki peristiwa lain yang tak diduga tak mungkin belum sempat dipersiapkan antisipasinya membuat dia harus berfikir keras agar pertahanan rumah tangganya tetap kokoh seperti sediakala.  Dan melamar kerja lagi, bukan pilihannya rupanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Iwan Agustian-kini, sepuluh tahun kemudian.  Saya bertemu dengan sekali, 3 bulan lalu, dan kini dipertemukan kembali.  Dia Sudah menemukan hakekat hidupnya: Bahwa Perubahan bukan ditunggu, tetapi diciptakan.  Tak kurang Empat webstore dia miliki dengan pertumbuhan bisnis yang sangat menjanjikan.  Rupanya yang selalu pepatah bilang, dimana ada kemauan disitu ada jalan, berpihak pada pak Iwan.  Tak memiliki toko dalam arti harfiah, tak membuatnya menyerah.  Ya, dengan teknologi, apa saja bisa dikerjakan.  Dengan bisnisnya di dunia maya, kini dia berekspansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Iwan telah melebarkan sayapnya. Tadi pagi saya bertemu pada pembukaan perdana kedai bakso malangnya.  Barangkali saya adalah tamu-nya yang pertama.  Mimpi kami sama besarnya.  Bahwa kami hanya akan menjadi inisiator bagi orang lain untuk mencicipi nikmatnya berwirausaha, biarlah kami menjadi dalang dibalik kesuksesan para mitra, kami cukup berada di belakang layar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Iwan, dengan semangat anda, kami hanya bisa berdoa, semoga sukses selalu menyertai anda.  "Congrats" atas peresmian Bakso Malang AA-nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-5134977517525190176?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/5134977517525190176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=5134977517525190176&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5134977517525190176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5134977517525190176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/07/periubahan-untuk-diciptakan-bukan.html' title='Perubahan untuk diciptakan, bukan ditunggu'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SJBj19tqgjI/AAAAAAAAAVk/pnEQldpfm6Y/s72-c/101_6017.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-8632624906100278835</id><published>2008-07-21T19:15:00.000-07:00</published><updated>2008-07-22T03:58:24.892-07:00</updated><title type='text'>Bertemu orang Sukses</title><content type='html'>Saya sama sekali tak mengenal dia sebelumnya.  Usianya sepantaran dengan saya, karena usia kelahiran kami sama.  Sekali lagi, kekuatan Tuhan menggerakkan saya bertemu dia.  Pancaran matanya menyala-nyala merepresentasikan semangat yang berkobar-kobar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia kami yang sepantaran, membuat saya kesulitan menemukan panggilan yang pas-adakah pak atau mas.  Saya panggil saja dia Djoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bernama Djoni Widjaya.  Sekali lagi, saya tak kenal benar siapa dia.  Tapi, saya yakin saya berada dalam satu haluan ideologi yang sama dengannya.  Akunya, bahkan dia tak sempat menyelesaikan bangku sekolahnya, memulai bisnis sebagai pemilik galeri seni sejak usia belia, dan sejak empat tahun lalu memiliki usaha yang bergerak dalam banyak hal berhubungan dengan promosi dan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi sukses adalah MENJADI, bukan MEMPEROLEH.  Sebuah penyataan yang mengagetkan. Karena, saya tak pernah mengenalnya, dan kata-kata itu kebetulan selalu saya simpan di dalam hati saya.  Dia sependapat dengan saya, bahwa banyak anak muda kini tidak melihat proses sebagai bagian penting dari hidup.  Ke-instan-an yang ditularkan oleh tivi dan media lainnya memaksa banyak anak muda-walau tak semua- ingin mendapatkan hasil besar tanpa harus melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kami bertukar keprihatinan soal banyaknya pengangguran, rendahnya etos kerja dan sebagainya.  Sebelas tahun menjalankan usaha dilaluinya dalam gelombang asam, manis dan pahit yang silih berganti.  Sarannya, jangan percaya pada penampilan luar, karena sebenarnya HATI-lah yang bekerja.  Bila hatinya baik, maka hasil pekerjaannya pun akan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir, pertemuan kemarin membuat saya harus lebih banyak bertemu orang yang sukses seperti seorang Djoni Widjaya; yang sukses karena MENJADI bukan MEMPEROLEH.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-8632624906100278835?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/8632624906100278835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=8632624906100278835&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/8632624906100278835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/8632624906100278835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/07/bertemu-orang-sukses.html' title='Bertemu orang Sukses'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-6610714765870639081</id><published>2008-07-20T17:17:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T18:00:13.834-07:00</updated><title type='text'>Kisah bang Oji...</title><content type='html'>Nuroji atau bang Oji, karena dia orang betawi asli.  Ada gambar oplet dari styrofoam tergantung di dinding ruang tamu rumahnya yang megah di bilangan Tanah Baru Depok.  Bang Oji-tetapi saya lebih sering memanggilnya mas Oji, dan dia tak keberatan dengan itu - adalah teman yang dipertemukan oleh kekuatan tangan Allah.  Siapa sangka, bang Oji yang asli betawi ini adalah kakak kelas, bertemu sekali hanya 15 menit, dan kemudian menjadi sahabat setalah pertemuan dua tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Oji, adalah pejuang tangguh dalam arti yang sebenarnya.  Saya mengenal dia, dalam pertemuan tak sengaja, rekrutmen sebuah koran di penghujung tahun 2004.  Jodoh tak membuat kami bisa sekantor dalam koran itu, hingga tangan Allah mempertemukan dalam koran yang lain  medio  2006.  Tapi tak lama.&lt;br /&gt;Walau tak lama, kami sempat bertukar cerita soal jalan hidup dan pengalaman kami masing-masing.  Hingga kami sepakat meneruskan usaha restoran kepala kakap-nya yang terhenti karena ada satu hal yang menurutnya mengganjal.  Walau itu juga akhirnya tak terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Oji, walau saya belum sempat lama mengenalnya, menurut saya, adalah pribadi yang sangat luar biasa.  Segala pengalaman hidup dari berdagang bakso, mengukur gorden, menjadi bos kurir hingga koki peracik bumbu di restorannya sudah dia jalani, menjual atribut partai adalah sebuah bukti kelegaan rasa iklhas yang dimilikinya untuk menjalani hidup dan membesarkan anak-anaknya yang sudah menjelang remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Oji, dengan kerja keras dan kejujurannya dizalimi di koran terakhir tempat dia bekerja.  Kezaliman yang diluar batas.  Tapi itulah manusia, bila keserakahan sudah menyelimuti, tak ada lagi ingatan soal kawan.  Semua dilibas.  Dan bang Oji, sudah menjadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, roda jaman itu sudah berputar jauh ke atas.  Bang Oji, menemukan pelabuhan yang sudah dinantikannya sejak tahun 2000 lalu.  Kini, Bang Oji, menjadi pengurus teras sebuah partai, pemimpin sebuah majalah dan memiliki usaha yang sudah diimpikannya sejak dulu : memiliki minimarket waralabadi dekat rumahnya.    Minimarket itu -alhamdulillah- ramai sekali kelihatannya.  Kini, Allah sudah membalasnya.  Bang Oji, sudah mendapatkan buah atas segala cobaan yang dulu dia terima.  Sekali lagi, mengutip kata Andrea Hirata : Tuhan tahu, tapi menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala hormat saya pada bang Oji--- di saat banyak anak muda yang skeptis, yang gampang menyerah dan tidak mau berbuat apa-apa selain menunggu nasib dan berharap --- saya salut pada anda.  Allah memang maha Adil adanya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-6610714765870639081?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/6610714765870639081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=6610714765870639081&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/6610714765870639081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/6610714765870639081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/07/kisah-bang-oji.html' title='Kisah bang Oji...'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-6043168910954845007</id><published>2008-07-14T22:05:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T23:18:33.834-08:00</updated><title type='text'>Surat untuk KORAN JAKARTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHww0rlpYaI/AAAAAAAAASo/y5BRPMQJjYU/s1600-h/koran+jakarta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHww0rlpYaI/AAAAAAAAASo/y5BRPMQJjYU/s400/koran+jakarta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223103349454889378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;E-mail ini saya posting ke milis mediacare dan redaksi koran jakarta, 16 juni 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari pembukaan cabang baru  usaha saya di Subang (&lt;a title="http://bazz-misterblek.blogspot.com/" href="http://bazz-misterblek.blogspot.com/"&gt;http://bazz-misterblek.blogspot.com&lt;/a&gt;)  , Sabtu (14/06/08) lalu, saya menyempatkan diri mampir ke Bandung, istirahat  sejenak di Hotel Putri Gunung Lembang.  Hal pertama yang menakjubkan saya adalah  koran yang terpajang di lobby, adalah KORAN  JAKARTA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pertama, karena seingat saya Lembang  lebih dekat ke Bandung ketimbang ke Jakarta (dan saya baru ingat, tak sepotong  koran lokal bandung yang ada di lobby hotel itu).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Kedua, karena di Jakarta sendiri  koran ini seperti masih seperti badak jawa, susah  ditemui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Karena penasaran, saya mencoba  kontak dengan beberapa teman yang masih bergelimang dunia koran untuk segera  memenmukan jawaban...bahwa ini KORAN JAKARTA atau KORAN BANDUNG.  Dari beberapa  versi informasi yang saya terima, barangkali,  nanti ini juga berguna untuk  MANAJEMEN KORAN JAKARTA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;KORAN JAKARTA sebagaimana koran baru  lainnya memiliki kesulitan menembus rimba jaringan distribusi konvesional  (agen).  Hal yang jamak dialami koran baru, apalagi positioning produknya  “bertabrakan” dengan harian KONTAN yang memilki dua kebetulan : kebetulan sedang  promosi menggeber jumlah pembaca, dan kebetulan milik grup KOMPAS GRAMEDIA.   Nah, rupanya daya tembus labirin tim distribusinya masih payah, sehingga KORAN  JAKARTA belum bisa tampil di Jakarta.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Lalu, apakah oplahnya kurang besar  sehingga tak bisa kelihatan display-nya.  Saya dengar tidak juga.  Kuota oplah  mereka di jakarta sebenarnya sudah cukup untuk membuat mereka cukup tampil di  titik-titik mereka harus ada...artinya di lokasi dimana segmen pembaca mereka  berada.  Dari beberapa info yang saya dapat,  bukan oplah yang jadi kendala,  ternyata.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Beberapa hari ke belakang, koran ini  baru saja mengubah kebijakan harga, yang –saya tak tahu pasti, apakah mereka  sadari – justru menempatkan mereka pada posisi sulit di agen.  Mereka membuat  kebijakan yang mengawinkan variabel penurunan harga dan variabel konsinyasi, hal  yang membuat mereka makin tertekan di agen.  Kenapa ?   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pada kondisi seperti saat ini,  dimana harga per kilo koran bekas mencapai rp 2300 per kilo, adalah peluang  besar buat agen yang spekulatif untuk mengambil koran sebanyak-banyaknya (karena  harganya murah dan tidak harus laku...maklum konsinyasi), menyisihkan sebagian  sisipan dalam gudang (tidak diretur) dan pada saatnya akan dijual dalam bentuk  kiloan.  Artinya, koran datang—masuk gudang alias tak dijual—sisipannya sebagian  dipisahkan dan dijual kiloan.  Ketika tiba periode harus me-retur, koran akan  kembali ke penerbit dengan sisipan berkurang, dan pasti tak terjual.   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Lalu, apakah memungkinkan  dilakukan  checking kelengkapan sisipan?  Dalam kondisi koran murah dan konsinyasi penuh,  agen-agen akan melakukan jumlah pengambilan yang spekulatif.  Jumlah pengambilan  5000 copies per hari per agen bukan jumlah yang fantsatis.  Katakan periode  retur mingguan, maka siapa yang akan tekun menelisik sisipan 35.000 copies  koran...itu baru satu agen, apalagi kalau sepuluh agen...maka selesailah  sudah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Lalu Bandung?  Dari info teman-teman  di Bandung, saya mendengar bahwa perwakilan penjualan mereka memperlakukan cara  yang cerdik untuk menaklukan pasar, itu kenapa di koran ini lebih mem-Bandung  ketimbang Jakarta...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Jadi, sekali lagi mumpung masih  baru, ada baiknya segera diperbaiki.  Barangkali tak Cuma kebijakannya yang  harus diperbaiki, lini SDM di sirkulasinya juga sepertinya urgent untuk  dibenahi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Wassalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Veteran tukang koran,       &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:Antiqua 101 Condensed;font-size:130%;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Antiqua 101 Condensed';font-size:13;"  lang="IN" &gt;Basri  Adhi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-6043168910954845007?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/6043168910954845007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=6043168910954845007&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/6043168910954845007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/6043168910954845007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/07/surat-untuk-koran-jakarta.html' title='Surat untuk KORAN JAKARTA'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHww0rlpYaI/AAAAAAAAASo/y5BRPMQJjYU/s72-c/koran+jakarta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-5105134279837840647</id><published>2008-07-14T21:50:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T23:18:34.256-08:00</updated><title type='text'>Pak BAGIR tak mau pensiun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHwu0oC-mQI/AAAAAAAAASA/NlpVw_2YIOs/s1600-h/bagir+manan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHwu0oC-mQI/AAAAAAAAASA/NlpVw_2YIOs/s400/bagir+manan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223101149480917250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada orangtua yang selalu bilang bahwa anak muda tak ada yang cakap, maka saya teringat sebuah iklan rokok.  Ini seperti cerita semi fiksi, tapi nyata adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini di koran pak Bagir bilang (barangkali mewakili kolega-koleganya di MA), bahwa ada baiknya usia hakim agung boleh menjabat sampai 70 tahun.  Angka 70, sebenarnya tak penting benar, bahkan kalau perlu sampai 80 tahun...paling tidak "ngumpulin" sisa gaji 10 tahun lagi cukup lumayan buat anak-istri, apalagi kalau seperti sekarang-dimana KPK galak sekali-mau korupsi takut sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bayangkan, Urip Tri Gunawan, yang umurnya belum sampai 60 saja sudah pikun setengah mati.  Ditanya oleh hakim soal uang sogokoan yang dia terima, jawabnya satu kata (dan konsisten) : Tidak tahu, Tidak ingat.  Hebat.  Bahkan, bisnis sampingan milik sendiri saja sampai lupa, bisnis berlian atau bisnis bengkel-bengkelan.  Yang pasti bukan bisnis bengkel berlian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa yang bisa diharapkan dari daya ingat yang sudah mulai terkikis saat 70 tahun menjelang.  Apa yang bisa diharapkan soal kemutahiran data yang dimiliki oleh manusia seusia itu, pada jaman virus komputer baru bermunculan tiap detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apapun alasannya pak BAGIR...sudahlah.  Usia 70 tahun lebih enak berkebun atau melancong ke sana kemari.  Kapan lagi, pensiunlah-berangkat berkeliling negeri,  sambil  memandangi anak-anak bergizi buruk di sana-sini, serta menyapa orang-orang seusia anda anda yang sibuk tak beringsut mengantri minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bisa sih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Oya, Fotonya saya kutip dari mas Rendra, TEMPO)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-5105134279837840647?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/5105134279837840647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=5105134279837840647&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5105134279837840647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/5105134279837840647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/07/pak-bagir-tak-mau-pensiun.html' title='Pak BAGIR tak mau pensiun'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHwu0oC-mQI/AAAAAAAAASA/NlpVw_2YIOs/s72-c/bagir+manan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-7398511459853921943</id><published>2008-07-14T07:35:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T23:18:34.353-08:00</updated><title type='text'>Suara Thersites</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHtn-aZAv3I/AAAAAAAAAR4/zmfXaXga-fE/s1600-h/177px-Head_Odysseus_MAR_Sperlonga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHtn-aZAv3I/AAAAAAAAAR4/zmfXaXga-fE/s400/177px-Head_Odysseus_MAR_Sperlonga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222882514800000882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah dalam Epos Illiad gubahan Homeros, yang diterjemahkan secara sembarangan oleh Hollywood dalam Helen of Troy; seberkas suara milik Thersites.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia cuma prajurit rendah buruk rupa, yang berani bersuara lantang, dan sendiri, menentang Odysseus sang pemimpin.  Odyssues dengan kelicinan lidahnya, membujuk para perwira untuk tak meninggalkan pertempuran berdarah selama sembilan belas tahun dalam misi merebut kota Troya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Thersites berkumandang mengalahkan ketundukan para perwira pada tipu muslihat keserakahan pemimpin terbesar mereka, Odysseus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya membayangkan telah menjadi Thersites di beberapa pelabuhan hidup saya.  Karena saya prajurit biasa yang buruk rupa, tapi tak berarti menjadi buruk perangai dan hawa nafsu saya. Dan mengutip kata Gunawan Mohamad dalam catatan pinggirnya : bahwa setiap Thersites harus membisu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-7398511459853921943?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/7398511459853921943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=7398511459853921943&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/7398511459853921943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/7398511459853921943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/07/suara-thersites.html' title='Suara Thersites'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHtn-aZAv3I/AAAAAAAAAR4/zmfXaXga-fE/s72-c/177px-Head_Odysseus_MAR_Sperlonga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-201305975881550277</id><published>2008-07-13T07:41:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T23:18:34.503-08:00</updated><title type='text'>Darmaga, adalah saksi bisu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHoUwL5w_RI/AAAAAAAAARw/HYmMF2zwTrE/s1600-h/rektorat_kcl.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHoUwL5w_RI/AAAAAAAAARw/HYmMF2zwTrE/s400/rektorat_kcl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222509535950863634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saat yang dinanti itupun tiba.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setelah bergelut dengan kertas dan tinta, dengan mesin ketik dan pitanya, saat itu tiba pula.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Wisuda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Januari 1994 tepatnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Darmaga, demikian nama tempatnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saat itu, masih banyak pohon karet di sana-sini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sesekali, kami ketemu dengan kalajengking yang tersesat mencari jalan pulang ke liangnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kami makan dengan selera besar, namun tanpa kantong yang besar isinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kawan-kawan yang berpeluh berjalan dari Bateng dan Bara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sesekali menikmati kemewahan menikmati antrian di wartel menunggu giliran menelepon orangtua nun jauh di sana.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ritual malam minggu untuk mahasiswa miskin seperti saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Darmaga dengan kemewahan nasi goreng sude di pinggir jalan raya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan ruang kuliah yang tak kalah panas menekan, ditambah bayang-bayang ujian yang seperti malaikat pencabut nyawa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari bateng lalu berpindah ke bara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Anak-anak kost dengan hepatitisnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kesehatan mahal harganya, karena pada dasarnya kami tidak mengenal baik keberadaannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan segala keterbatasan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Darmaga adalah tempat dimana kemewahan bagi mahasiswa miskin seperti saya, adalah bisa cukup tidur nyenyak, disampung mesin ketik dengan kertas berisi laporan terserak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hingga, saat itu tiba. Graha Widya Wisuda, Januari 1994 tepatnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mata orangtua kami berkaca-kaca.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ayah dan ibu kami datang dari penjuru desa dengan dada membusung karena bangga, anaknya lulus dari sebuah kampus.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kisah hidup yang satu telah selesai, maka menyusul kisah hidup yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Darmaga, adalah saksi bisu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-201305975881550277?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/201305975881550277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=201305975881550277&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/201305975881550277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/201305975881550277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/07/darmaga-adalah-saksi-bisu.html' title='Darmaga, adalah saksi bisu'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHoUwL5w_RI/AAAAAAAAARw/HYmMF2zwTrE/s72-c/rektorat_kcl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-1544631094995950233</id><published>2008-07-13T07:20:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T23:18:34.658-08:00</updated><title type='text'>Tapi inilah hidup, semuanya harus diperjuangkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHoQRcr71SI/AAAAAAAAARo/qukelGlqxA0/s1600-h/Kampus_IPB_Baranangsiang.7305324_std.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHoQRcr71SI/AAAAAAAAARo/qukelGlqxA0/s400/Kampus_IPB_Baranangsiang.7305324_std.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222504609833800994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Singkat saja, di bogor saya adalah sebatangkara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hari pertama, saya lewatkan dalam sepi ditingkah derai hujan yang tiada hentinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam godaan perut lapar, adalah langkah cerdas berjalan kaki dari rumah kost di daerah babakan menuju deretan toko-toko di daerah otista, sekali lagi dalam basah hujan yang tiada hentinya, dalam dekapan dingin malam menjelang pukul delapan tepatnya.&lt;/span&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sebungkus roti tawar adalah obat yang paling membahagiakan untuk sebuah kenekatan karena ketidaktahuan akan arah timur dan barat daya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Disambut ruang kuliah fisika yang angkuh dan tinggi, dengan bangku kayunya yang tua serta seliweran aneka legenda yang ditiupkan kakak-kakak pendahulu kami, disana saya memulai segalanya.  Mendapatkan jas praktikum dan buku warna biru muda, serta perintah membeli kalkulator yang rumit dan mahal harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah dan ujian sabtu yang menekan.  daftar nilai di papan dekat jendela kaca.  Nilai D adalah dosa kami terbayang wajah orangtua, dan nilai A adalah derai tawa lepas menuju kantin di bawah pohon beringin besar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi inilah hidup, semuanya harus diperjuangkan.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-1544631094995950233?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/1544631094995950233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=1544631094995950233&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/1544631094995950233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/1544631094995950233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/07/tapi-inilah-hidup-semuanya-harus.html' title='Tapi inilah hidup, semuanya harus diperjuangkan'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHoQRcr71SI/AAAAAAAAARo/qukelGlqxA0/s72-c/Kampus_IPB_Baranangsiang.7305324_std.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-977436485582400539</id><published>2008-07-13T07:10:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T23:18:34.768-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHoO5m1gT7I/AAAAAAAAARg/e4sudEkJudY/s1600-h/cover.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHoO5m1gT7I/AAAAAAAAARg/e4sudEkJudY/s400/cover.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222503100729806770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pagi itu, saya ingat biasa-biasa saja, seperti pagi kemarin dan kemarin lusa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ibu Marmi –itu nama wali kelas saya di kelas tiga fisika – menyodorkan surat, yang rupanya menjadi salah satu penentu masa dewasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Diterima di IPB, tanpa ada test apa-apa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebuah berita besar rupanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Maka, di medio 1989 yang panas seperti biasa, setelah perpisahan yang seih namun biasa-biasa saja dengan segenap kerabat di tengah lapangan simpang lima, aku tinggalkan kota tercinta menuju Bogor yang aku tak tahu apa-apa tentangnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di belakang sana, di kota tercinta yang selalu panas menekan karena angin lautnya, aku tinggalkan teman dan sahabat, keluarga dan kerabat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sebuah hidup baru telah dimulai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kupandang wajah ibu dengan matanya yang berkaca-kaca, adik-adikku yang masih kelihatan tak percaya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam bimbingan ayah tercinta –yang kini sudah tiada –, dengan angkutan travel yang membawa kami ke barat, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berangkatlah saya ke Bogor-kota yang turun hujan tiap hari kabarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-977436485582400539?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/977436485582400539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=977436485582400539&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/977436485582400539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/977436485582400539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/07/pagi-itu-saya-ingat-biasa-biasa-saja.html' title=''/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHoO5m1gT7I/AAAAAAAAARg/e4sudEkJudY/s72-c/cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1438563501215860164.post-540325245318892424</id><published>2008-07-13T06:40:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T23:18:34.917-08:00</updated><title type='text'>Dia Lafuneste, Dia Saya ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHoJTSxPlKI/AAAAAAAAARY/fyioJrzAP_w/s1600-h/DSC_8916a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHoJTSxPlKI/AAAAAAAAARY/fyioJrzAP_w/s400/DSC_8916a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222496944950056098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya mengenal dia sepanjang hidupnya, hingga kini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia Lafuneste, dan itu saya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mengapa Lafuneste, sebenarnya tak jelas benar asal muasalnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dia bermula dari sebuah nama fiktif untuk bergaya ala anak SMA.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari sebuah SMA di pinggir kota Semarang, nama itu awal lahirnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ditorehkan oleh saya, setiap senin di majalah dinding di seberang ruang guru dalam kotak berbingkai kaca.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ditorehkan dengan pena bertinta hitam buatan jerman, setiap minggu sepanjang tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Darinya mengalir banyak cerita, banyak angan yang diterbangkan angin dari barat dan utara, ditingkah bau anyir Kali Banger di depan sana.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dalam Lafuneste, aku mengenang masa-masa tanpa dosa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam Lafuneste, aku mengenang kegembiraan masa remaja dan kenakalan anak menjelang dewasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka itulah Lafuneste.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Darinya mengalir banyak sekali cerita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Darinya aku mencatat pelajaran pertama membawa motor ke sekolah, dan menjatuhkannya di depan pasar selepas serempetan dengan sebuah angkutan kota.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Darinya aku mencatat kebehohan kampanye yang disebut pesta nun jauh di pucuk barat kota.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan darinya aku mencatat segala polah yang anak muda suka untuk menarik lawan jenisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lafuneste, dia nama yang menyimpan banyak cerita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan sampai aku menjadikannya beranjak dewasa dan akhirnya tua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1438563501215860164-540325245318892424?l=lafuneste-story.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/feeds/540325245318892424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1438563501215860164&amp;postID=540325245318892424&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/540325245318892424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1438563501215860164/posts/default/540325245318892424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lafuneste-story.blogspot.com/2008/07/dia-lafuneste-dia-saya.html' title='Dia Lafuneste, Dia Saya ...'/><author><name>MISTERBLEK management</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01289375709964126604</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SjcWVxZs4rI/AAAAAAAAAyQ/S0_Y-GB1a_8/S220/logo+misterblek+trnsp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cr0e2Rg3Ndo/SHoJTSxPlKI/AAAAAAAAARY/fyioJrzAP_w/s72-c/DSC_8916a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
